Faktanya, data yang dimiliki Food and Drugs Administration (FDA) menunjukkan bahwa hanya 0,5% dari pasien yang mengalami efek samping dan hanya 0,1% yang terkait dengan vaksin.
= = = = =
[KATEGORI]: KONTEN YANG MENYESATKAN
= = = = =
[SUMBER]: FACEBOOK
https://archive.vn/P5I4p
= = = = =
[NARASI]:
the only single data point that we have on what percentage of human patients exposed to coronavirus vaccines have had serious adverse events is from the Moderna trial, and that number is 21 percent. Twenty-one percent of people are having serious adverse events from this vaccine in that trial. The other ones haven’t published their data yet.
Artinya:
Satu-satunya poin data yang kami miliki tentang persentase pasien manusia yang terpapar vaksin virus corona mengalami efek samping serius adalah dari uji coba Moderna, dan angka itu adalah 21 persen. Dua puluh satu persen orang mengalami efek samping yang serius dari vaksin ini dalam percobaan itu. Yang lainnya belum mempublikasikan datanya
= = = = =
[PENJELASAN]:
Sebuah akun Facebook bernama Geoff Hughes mengunggah video yang memperlihatkan Presiden dan CEO Institute for Pure and Applied Knowledge, Dr. James Lyon Weiler, Phd yang mengatakan bahwa 21% orang mengalami efek samping yang serius dari Vaksin Moderna dalam konferensi pers PA Medical Freedom.
Setelah ditelusuri, pada data yang diserahkan Moderna kepada Food and Drugs Administration (Lembaga yang bertanggungjawab menyetujui vaksin) menunjukkan bahwa hanya 82 orang, atau 0,5 persen pasien percobaan dari 15.184 responden yang mengalami efek samping, dengan hanya lima, atau kurang dari 0,1 persen, ditautkan ke vaksin.
Dilansir dari laman Center of Disease Control and Prevention (CDC) dalam uji klinis, gejala reaktogenisitas (efek samping yang terjadi dalam 7 hari setelah divaksinasi) adalah umum tetapi kebanyakan ringan sampai sedang. Efek samping (seperti demam, menggigil, kelelahan, dan sakit kepala) di seluruh tubuh lebih umum terjadi setelah dosis kedua vaksin. Kebanyakan efek samping ringan sampai sedang. Namun, sebagian kecil orang mengalami efek samping parah yang memengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Sehingga klaim mengenai 21% pasien yang mengalami efek samping karena Vaksin Moderna termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
= = = = =
[REFERENSI]:
https://factcheck.afp.com/us-researcher-exaggerated-adverse-reactions-moderna-covid-19-vaccine
https://www.politifact.com/factchecks/2020/dec/18/blog-posting/video-shared-facebook-inflates-risk-moderna-vaccin/
https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/Moderna.html#:~:text=In clinical trials, reactogenicity symptoms,second dose of the vaccine.
Penulis: Aisyah Adilah
Editor: Bentang Febrilyan



Bisnis7 hari agoPromo Sunscreen Biore Selama Diskon Ramadhan di Blibli
Pemerintahan3 hari agoBenyamin Davnie Dampingi Gubernur Banten Safari Ramadan, Silaturahmi hingga Pemberian Bantuan
Nasional2 hari agoHegemoni Amerika Serikat Memudar, GKB-NU: Prabowo Subianto Harus Pimpin Poros Global South
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Gelar Bazar Ramadan 1447 Hijriah Serentak di 7 Kecamatan pada 5 Maret 2026
Nasional2 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Ziarah ke Makam Sunan Bonang
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie Buka Bazar Ramadan 1447 H di Pondok Aren, 11.000 Paket Sembako Murah Diserbu Warga
Nasional2 hari agoHUT ke-46 Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming Berharap Dekranas Tetap Jadi Rumah yang Nyaman Bagi Perajin
Bisnis17 jam agoGuardian Gelar Beauty Workshop ‘Raya for Every You














