Nasional
Cek Fakta: [SALAH] Artikel Tempo Berjudul “Jokowi : Korban Meninggal itu sudah Takdir Jangan di Perpanjang lagi”
![[SALAH] Artikel Tempo Berjudul “Jokowi : Korban Meninggal itu sudah Takdir Jangan di Perpanjang lagi”](https://kabartangsel.com/wp-content/uploads/2019/05/Snipaste_2019-05-08_10-16-38.jpg)
Postingan dengan
tangkapan layar artikel Tempo (tempo.co) berjudul “Jokowi : Korban Meninggal
itu sudah Takdir Jangan di Perpanjang lagi” merupakan gambar hasil suntingan atau
rekayasa. Sebab, artikel aslinya berjudul “Jokowi Diminta Tak Hanya Pindahkan
Ibu Kota, Tapi…” yang tayang pada 4 Mei 2019 pukul 17:52. Artikel tersebut
ditulis oleh Fajar Pebrianto dan editornya ialah Rahma Tri.
=====
Kategori:
Manipulated Content
=====
Sumber: Media
Sosial Facebook
https://web.facebook.com/photo.php?fbid=2085627434839547&set=a.1326064397462525&type=3&theater
=====
Narasi:
Enteng bener lue
ngomongnya jok.
Kya gak ada
harganya nyawa rakyat.
Korban ini
ratusan,bukan satu dua yg meninggal.
⬇️
=====
Penjelasan:
Sebuah postingan
sebuah akun atas nama Ade Ade menampilkan tangkapan layar portal berita Tempo (tempo.co)
dengan judul “Jokowi : Korban Meninggal itu sudah Takdir Jangan di Perpanjang
lagi.” Postingan itu sudah dibagikan 1,8 ribu kali dan ditambah dengan narasi
yang mendorong wacana pernyataan pada judul tangkapan layar itu terkait Anggota
KPPS yang meninggal dunia.
Berdasarkan penelusuran,
pihak Tempo pun sudah memberikan bantahan melalui artikel periksa faktanya. Hasil
pemaparan Tempo, tangkapan layar yang diunggah oleh akun Ade Ade merupakan
hasil suntingan atau rekayasa dari artikel berjudul “Jokowi Diminta Tak Hanya
Pindahkan Ibu Kota, Tapi…” yang tayang 4 Mei 2019 pukul 17:52. Artikel tersebut
ditulis oleh Fajar Pebrianto dan editornya ialah Rahma Tri.
Berikut paparan pemeriksaan
fakta yang dilakukan oleh Tempo terkait postingan tersebut:
[…] PEMERIKSAAN
FAKTA
Hasil pemeriksaan
fakta, Tempo tidak pernah menerbitkan berita tersebut. Judul berita tangkapan
layar yang diunggah akun Ade Ade adalah hasil suntingan dari berita tempo.co
berjudul “Jokowi Diminta Tak Hanya Pindahkan Ibu Kota, Tapi…” yang
dipublikasikan 4 Mei 2019.
Suntingan itu
terlihat dari font teks judul yang berbeda dengan font teks yang selama ini
dipakai oleh Tempo.co.
Dalam berita asli,
foto yang dimuat Tempo berasal dari ANTARA dengan keterangan: Presiden Joko
Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) sebelum
memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 29 April 2019.
Rapat itu membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota.
Berita itu sendiri
berisi tentang pernyataan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan
Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Na Ending Jaweng yang meminta pemerintahan Joko
Widodo tidak hanya mewacanakan pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa.
Lebih dari itu, Robert meminta Jokowi ikut mengubah strategi pembangunan yang
saat ini berjalan.
Tanpa itu, kata
Robert, setiap daerah akan saling berebut untuk mengajukan diri menjadi calon
ibu kota. “Karena orang berpikir, untuk mendapatkan fasilitas yang bagus, ya
dengan merebut kesempatan sebagai ibu kota,” kata dia dalam diskusi di Cikini,
Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Mei 2019.
Selama ini, kata
Robert, fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit, hingga sekolah selalu
terpusat di kota besar seperti ibu kota provinsi maupun kabupaten. Padahal
seharusnya, penyediaan pelayanan publik harus mengikuti permintaan dan
kebutuhan yang paling tinggi di suatu lokasi.
“Jadi ini harus diubah, layanan publik enggak harus hierarki,” ujarnya.
Wacana pemindahan
ibu kota kembali menghangat setelah Jokowi menggelar Rapat Terbatas Kabinet
guna membicarakan isu tersebut pada Senin, 29 April 2019. Berdasarkan rapat
itu, Jokowi memberi arahan untuk mengambil alternatif pemindahan ibu kota ke
luar Jawa. […]
Selain itu, bila gambar
tangkapan layar yang diunggah akun Ade Ade disandingkan dengan tangkapan layar
artikel aslinya dapat terlihat jelas perbedaannya. Bisa dilihat pada bagian
sandingannya tersebut pada bagian gambar pada postingan ini. Atas hasil
perbandingan dan bantahan dari Tempo itu, maka postingan akun Ade Ade masuk ke
dalam kategori manipulated content atau
konten yang dimanipulasi.
=====
Referensi:
https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/888202978178905/
https://bisnis.tempo.co/read/1202045/jokowi-diminta-tak-hanya-pindahkan-ibu-kota-tapi
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan Tangsel One, Akses Layanan Kini Cukup Lewat WhatsApp Berbasis AI
Pemerintahan6 hari agoPilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Drainase Hingga Penataan Kawasan Melati Mas
Bisnis5 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional5 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional5 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional5 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional4 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek4 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall






















