Nasional
Cek Fakta: [SALAH] “Data di Mabes TNI berdasarkan Formulir C1”
![[SALAH] "Data di Mabes TNI berdasarkan Formulir C1"](https://kabartangsel.com/wp-content/uploads/2019/04/1555596708_685_Cek-Fakta-SALAH-Data-di-Mabes-TNI-berdasarkan-Formulir-C1.png)
Nama TNI dicatut agar post terlihat valid, padahal sumber data bukan dari TNI. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
======
KATEGORI
Konten Palsu.
======
SUMBER
http://bit.ly/2GqeR1N, akun “Wiewie Malita” (facebook.com/wiewie.algamar), sudah dibagikan 154 kali per tangkapan layar dibuat.
======
NARASI
Cek tangkapan layar.
======
PENJELASAN
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten Palsu
Konten baru yang 100% salah dan didesain untuk menipu serta merugikan”.
Pesan SUMBER mencatut TNI untuk membangun premis yang salah agar pesan terlihat berasal dari sumber terpercaya.
——
(2) Klaim “Mabes TNI”, “Babinsa – Koramil” dan “sumber A1” tidak valid karena tidak menyertakan informasi ke sumber referensi yang jelas (misalnya: tautan), ciri khas dari teknik “Appeal to Authority”. Selengkapnya di bagian REFERENSI.
======
REFERENSI
(1) http://bit.ly/2C6EF1U Wikipedia: “Argumen dari otoritas
dari Wikipedia, ensiklopedia gratis
Argumen dari otoritas ( argumentum ab anuctoritate ), juga disebut banding ke otoritas , atau argumentum ad verecundiam , adalah bentuk argumen yang tidak bisa ditolerir [1] di mana dukungan otoritas yang diklaim digunakan sebagai bukti untuk kesimpulan argumen. Ini dikenal sebagai kekeliruan , meskipun beberapa menganggap bahwa itu digunakan dalam bentuk yang meyakinkan ketika semua sisi diskusi sepakat tentang keandalan otoritas dalam konteks yang diberikan. [2] [3] . Penulis lain menganggap itu salah untuk mengutip otoritas pada topik yang dibahas sebagai sarana utama untuk mendukung argumen. [4] …”
(Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2NFYJMT).
——
(2) REMOTIVI: “Teknik Keempat: Kebenaran ada di Mulut Narasumber
Terkadang untuk memperkuat “make believe” jurnalistik pesan kebencian, media penebar kebencian menambahkan embel-embel seperti “sumber A1”, “orang dalam istana”, dan lain-lain. …
Dalam kerja jurnalistik pernyataan narasumber lazimnya diverifikasi terlebih dahulu dan diberi penjelasan dalam kapasitas apa narasumber memberikan pernyataannya. Pernyataan tersebut mestinya diuji dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, apa bukti dari pernyataan tersebut? …”, selengkapnya di http://bit.ly/2XEkuRO.
——
(3) http://bit.ly/2vdlxeO, tautan ke situs arsip untuk keperluan cadangan.
======
Sumber: https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/876271082705428/






Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Sport6 hari agoGagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 GP Amerika 2026
Nasional6 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat
Sport6 hari agoHasil Moto3 Amerika 2026 Guido Pini Juara, Veda Ega Pratama Gagal Finis
Otomotif5 hari agoMobil Listrik Terbaik di Indonesia 2026: Tesla Model 3, Hyundai Ioniq 5, Hingga ICAR V23
Bisnis6 hari agoASICS Rilis Sepatu Canggih SONICSMASH™ FF
Bisnis5 hari agoHerbalife Family Foundation Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp585 Juta untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Sumatra
Bisnis5 hari agoLG Electronics Indonesia Rilis Mesin Cuci AI Kapasitas Besar, WashTower dan Top Loading Hingga 25 Kg
















