Selain TIDAK menyebutkan sumber, dibagikan tanpa menyertakan informasi bahwa genre tulisan adalah FIKSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
======
KATEGORI
Konten yang Menyesatkan.
======
SUMBER

Beberapa sumber: eramuslim.com, sabili.co, konfrontasi.com.
https://archive.md/7wNhl, https://archive.md/i1PR4, https://archive.md/Xy9vu (arsip cadangan).
======
NARASI
“Siti Rahmiati binti Rachim, itu namaku. Usiaku sudah sembilan belas tahun. Malam itu betul-betul malam tak terlupakan dalam hidupku.
Bapak dan ibu sedang menerima tamu, tampaknya orang penting. Tak lama ibu masuk ke kamarku.
“Ada tamu, Bu? Siapa?” Tanyaku.
“Bung Karno.” Ucap ibu pendek.
Aku pun terlonjak. “Bung Karno, presiden?” Tanyaku mengulang.
Ibu mengangguk. “Ya, Bung Karno presiden, beliau datang untuk melamarkan kamu, Rahmi.”
Aku nyaris terpelanting dari kursi karena begitu kaget. “Pemuda sinting mana yang mau menikah denganku?” Ucapku sambil tertawa. Aku menganggap perkataan ibu hanya candaan saja.
“Dia bukan pemuda biasa, dia Mohammad Hatta.” Tukas ibu tegas.”
Selengkapnya di tautan bagian SUMBER.
======
PENJELASAN

(1) First Draft News: “Konten yang Menyesatkan
Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”.
* SUMBER membagikan tulisan dengan TIDAK menyebutkan sumber dan TIDAK menyertakan informasi bahwa genre tulisan adalah FIKSI, sehingga dapat menimbulkan kesimpulan yang keliru.
(2) Klarifikasi dari yang berkaitan, Komunitas Literasi NAD: “Assalamualaikum wr.wb.
Terhitung sejak tanggal 1 Juni, hingga 30 Juni mendatang, komunitas Literasi NAD (Nulis Aja Dulu) telah, dan masih akan menyelenggarakan perlombaan menulis, yang kami sebut sebagai “30 Hari Menulis 2020”. Setiap hari, seluruh peserta lomba harus menulis dengan tema yang sudah ditentukan. Sekadar informasi, dari 30 tema tulisan, hanya 5 diantaranya yang nonfiksi.
Pada tanggal 18 Juni, tema yang kami berikan kepada para peserta adalah “Menulislah seolah kau adalah salah satu tokoh dalam sejarah.” Artinya para peserta akan menulis FIKSI, dengan tokoh nyata sejarah, yang mereka ‘pinjam’. Kisah fiksinya adalah penggabungan dari fakta sejarah dan imajinasi mereka sendiri.
Pada 27 Juni malam, kami sebagai admin NAD baru mendapat kabar bahwa salah satu tulisan peserta pada event kami, yaitu Mbak Winarni Mulyono (foto terlampir) telah di-copas (jiplak) secara tak bertanggungjawab, tanpa menyebutkan sumber, oleh ribuan akun (kurang lebih 10 ribu share), dan tiga media online, yaitu Eramuslim.com. Sabili.co, Konfrontasi.com, sejarahone.id. Ini belum termasuk media-media lainnya yang ikut menyebarkan.”
Selengkapnya di tautan (2) bagian REFERENSI.
======
REFERENSI
(1) firstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.” http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate), http://bit.ly/2rhTadC.
(2) Irma Susanti Irsyadi: “NAD – PRESS RELEASE” https://bit.ly/2BQXclh / https://archive.md/LqTiX (arsip cadangan).
Nasional6 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres
Pemerintahan6 hari agoApel dan Halalbihalal, Benyamin Davnie Tekankan Kebersihan Lingkungan hingga Efisiensi Anggaran di Tangsel
Internasional6 hari agoPraka Farizal Rhomadhon Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Gugur di Lebanon
Bisnis6 hari agoLG Electronics Indonesia Rilis Mesin Cuci AI Kapasitas Besar, WashTower dan Top Loading Hingga 25 Kg
Otomotif7 hari agoMobil Listrik Terbaik di Indonesia 2026: Tesla Model 3, Hyundai Ioniq 5, Hingga ICAR V23
Bisnis6 hari agoHerbalife Family Foundation Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp585 Juta untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Sumatra
Bisnis7 hari agoASICS Rilis Sepatu Canggih SONICSMASH™ FF
Banten6 hari agoLiga 4 Piala Gubernur Banten 2026 Diikuti 14 Klub










