Nasional
Cerita Jemaah Haji di Poskes Arafah : Dokter Sigap Layani Pasien Sesak Napas

Pada 9 Zulhijah 1444 Hijriah sekitar 200 ribu jemaah haji berkumpul di padang Arafah untuk melaksanakan prosesi wukuf yang merupakan rukun wajib dalam ibadah haji. Pos kesehatan (Poskes) Arafah disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk para jemaah haji.
Ditemui di Poskes Arafah saat itu adalah Masitoh jemaah haji Kloter JKS 1 asal Tasikmalaya dengan usia 68 tahun. Ia dirawat di Poskes Arafah setelah mengalami sesak napas.
Dirinya menceritakan penyakitnya itu kambuh saat ibadah wukuf, padahal obat sudah rutin ia konsumsi.
Masitoh mengaku sesak napas nya sudah dialami sejak di tanah air namun tidak sering.
“Saya tadi sesak napas sampai sulit sekali bernapas. Saya di Tasik memang punya sesak napas tapi tidak sering dan sudah mengonsumsi obat rutin,” ungkapnya.
Saat dilarikan ke Poskes Arafah, masitoh dengan cepat mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan yang bertugas. Masitoh yang selama perawatan di Poskes Arafah mengaku terharu melihat kesigapan para tenaga kesehatan memberi pertolongan pertama pada jemaah haji lainnya.
“Alhamdulillah pos kesehatan Arafah ini membantu sekali. Saya merasa terenyuh lihat dokter dan perawatnya sigap-sigap memeriksa kami. Subhanallah saya sudah ditolong,“ imbuhnya.
Lebih lanjut, Masitoh menyampaikan ucapan terima kasihnya dan mendoakan para tenaga kesehatan di Poskes Arafah ini dilimpahi pahala yang banyak, rezeki yang banyak dan umur yang panjang.
“Saya sangat berterima kasih atas pelayanan yang diberikan selama ibadah wukuf buat saya dan semua jemaah. mudah-mudah Allah memberikan yang setimpal untuk ibu dokter, pahala yang banyak, rejeki yang banyak dan umur yang panjang,” tutur Masitoh.
Masih di Poskes Arafah, Taufik N dari kloter KJT 21 berasal dari Kuningan dirawat di Poskes Arafah karena mengalami sesak napas disertai dengan batuk, dan demam. Hasil diagnosis dokter di Poskes Arafah, Taufik menderita pneumonia.
Senada dengan Masitoh, Taufik merasa bahwa pelayanan Poskes Arafah bagus dan dia seperti merasa berada di Indonesia. Seluruh dokter dan perawatnya sama-sama orang Indonesia.
“Pelayanan nya bagus, sama seperti di Indonesia karena yang merawat sama-sama orang Indonesia,” tuturnya.
Taufik mengaku ingin segera melanjutkan ibadah di Muzdalifah dan Mina.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Liliek Marhaendro Susilo, A.K, M.M menyampaikan bahwa Poskes Arafah mulai beroperasi 8 Zulhijah pukul 06.00 WAS hingga 10 Zulhijah pukul 03.00 WAS dengan 40 personil tenaga kesehatan.
Hingga berakhirnya masa operasinya, Poskes Arafah telah melayani 163 jemaah haji sakit.
Bisnis4 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan4 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Pemerintahan4 minggu agoTinjau SMAN 1 Tangsel, Wali Kota Benyamin Davnie dan Gubernur Andra Soni Pastikan Program MBG dan SPMB Berjalan Optimal
Banten4 minggu agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Banten4 minggu agoJemaah Haji Kloter Pertama Banten Tiba di Tanah Air

























