Connect with us

Lifestyle

COVID-19 Subvarian Omicron XBB, Gejala, Awal Muncul, Bahaya, dan Pengobatan

Salah satu subvarian baru COVID-19, Omicron XBB, diketahui telah masuk ke Indonesia.

Seberapa parah subvarian ini? Apa saja gejalanya?

Gejala COVID-19 subvarian Omicron XBB

Berikut beberapa gejala yang bisa menjadi tanda Anda terserang COVID-19 subvarian Omicron XBB.

  • Batuk.
  • Hidung meler.
  • Demam.
  • Nyeri otot.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri.
  • Mual dan muntah.
  • Sesak napas.

Apabila Anda mengalami gejala di atas, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Awal munculnya COVID-19 subvarian Omicron XBB di Indonesia

Kasus XBB pertama kali ditemukan di Indonesia pada 26 September 2022. Subvarian ini diketahui menginfeksi seorang wanita yang baru kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Advertisement

Hingga saat ini, total sudah ada delapan kasus subvarian Omicron XBB yang tercatat di Indonesia. Lima di antaranya berasal dari DKI Jakarta, sedangkan sisanya ditemukan di Lampung, Kalimantan, dan Bali.

Dari kedelapan kasus tersebut, dua di antaranya tertular virus ini saat melakukan perjalanan ke luar negeri. Sementara itu, enam sisanya terinfeksi lewat penularan di dalam negeri.

Varian XBB sendiri merupakan virus hasil pertukaran materi genetik antara subvarian BA.2.10.1 dan BA.2.75. Gen virus ini memiliki 14 mutasi ekstra dibandingkan dengan BA.2.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), subvarian ini sudah terdeteksi di 35 negara. Singapura dan India menjadi dua dari beberapa negara yang memiliki jumlah kasus tertinggi.

Advertisement

Seberapa bahaya COVID-19 subvarian Omicron XBB?

XBB adalah subvarian COVID-19 Omicron dengan tingkat kematian rendah. Namun, subvarian ini tidak boleh diremehkan karena tingkat kematiannya masih berpotensi meningkat.

Selain itu, penularannya dinilai lebih cepat dari dua subvarian lain, yaitu BA.5 dan BA.2. Maka dari itu, protokol kesehatan 5M harus tetap dipatuhi hingga kasus COVID-19 benar-benar hilang.

Sama seperti subvarian Omicron lainnya, virus ini juga menyerang saluran pernapasan bagian atas. Perbedaannya terletak pada gejala tambahan, yaitu mual dan muntah.

Selain itu, kehadiran gejalanya sering kali tidak disadari karena hampir mirip dengan gejala flu biasa. Kondisi tersebutlah yang kemudian membuat penularan virus ini semakin cepat.

Advertisement

Terlebih, subvarian ini juga memiliki kemampuan untuk mengelabui antibodi. Sifat tersebut bisa membuatnya berpotensi tidak terdeteksi tes antigen.

Orang yang sudah pernah terkena COVID-19 masih berpeluang untuk terinfeksi virus ini. Begitu pula Anda yang telah mengikuti vaksinasi COVID-19, risiko terinfeksi masih tetap ada.

Pengobatan COVID-19 subvarian Omicron XBB

cara penanganan COVID-19 subvarian Omicron XBB

 

Ketika merasakan gejala COVID-19 subvarian Omicron XBB, Anda tidak perlu panik. Segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Advertisement

Jika Anda positif terinfeksi dan boleh melakukan perawatan di rumah, segeralah lakukan isolasi mandiri. Selama proses isolasi, pastikan Anda mengikuti langkah-langkah berikut.

  • Beristirahat dengan cukup.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Minum obat sesuai rekomendasi dokter.

Apabila kondisi Anda tidak kunjung membaik, kembali periksakan diri ke dokter. Hal serupa juga berlaku jika Anda merasakan gejala tambahan.

Setelah membaik, lakukan tes ulang untuk memeriksa apakah masih ada virus aktif dalam tubuh Anda. Jika sudah negatif, Anda bisa kembali beraktivitas sesuai persetujuan dokter.

  • Gejalanya sulit dikenali karena mirip dengan flu biasa.
  • Memiliki gejala tambahan, yaitu mual dan muntah.
  • Tingkat kematian rendah, tetapi penularannya tinggi (melebihi subvarian Omicron lain).
  • Mungkin bisa lolos tes antigen karena dapat mengelabui antibodi.
  • Bisa menginfeksi orang yang pernah terkena COVID-19 atau telah divaksin.
  • Total ada delapan kasus di Indonesia hingga Oktober 2022, yang tersebar di DKI Jakarta, Lampung, Kalimantan, dan Bali.
  • Singapura dan India merupakan dua dari beberapa negara dengan kasus penularan tertinggi menurut data WHO.

 

(Hello Sehat)

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional1 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport1 hari ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport1 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport2 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport2 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport3 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional4 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional5 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport6 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport3 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Populer