Ditawari 24 Bus Hidrogen, Begini Sikap Pemkot Surabaya

By on Jumat, 15 Maret 2019

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meilhat mini bus hidrogen di SMPN 1 Surabaya. (JPC)

Kabartangsel.com, SURABAYA – Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia mewacanakan kerjasama pengadaan bus jenis hidrogen kepada Pemerintah Kota Surabaya. Mereka menawakan sebanyak 24 bus hidrogen.

Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya nampaknya menyambut baik. Namun, belum ada tindakan dari pemkot untuk mewujudkan wacana tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan, pihaknya masih akan mempertimbangkan bus hidrogen jenis apa yang akan ditawarkan. Selain itu, yang menjadi pertimbangan yakni soal harga dan biaya perawatan.

“Memang, katanya lebih mahal. Tapi untuk operasional, karena menggunakan air pasti jauh lebih murah,” kata Risma di SMPN 1 Surabaya, Kamis (14/3).

Senada dengan Risma, Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan wacana tersebut. Sebab, ada pilihan lain.

Selain bus hidrogen, dia juga mewacanakan kendaraan umum bertenaga listrik. Jadi, antara bus hidrogen dan listrik. Tergantung biaya operasionalnya.

“Karena teknologinya tergolong baru. Jadi kalau teknologinya dapat dioperasikan secara massal dan murah, tentu kami akan memilih itu,” kata Irvan.

Jika murah, pihaknya bisa saja merealisasi wacana tersebut. Kemudian, soal keamanannya. Irvan mengatakan, kendaraan bertenaga listrik lebih aman ketimbang hidrogen.

Apalagi, kendaraan hidrogen bertenaga gas H2. Zat yang juga disebut helium itu, mudah meledak. Untuk itu, Irvan juga masih melihat pilihan masyarakat terhadap kendaraan umum jenis baru.

Meski begitu, sebenarnya kedua jenis kendaraan itu sama-sama rendah emisi dan telah diproduksi di Indonesia. “Masyarakat nanti memilih mana yang terbaik,” katanya.

(JPC)

Source