Banten
DPRD Banten Mengaku Siap Perjuangkan Nasib Pegawai Non PNS Non Kategori

DPRD Banten menerima Audiensi dari Forum Pegawai Non PNS Non Kategori Provinsi Banten (FPNPB), pada Rabu (16/03/22).
Turut hadir Ketua DPRD Banten Andra Soni, Ketua Komisi I DPRD Banten H. Asep Hidayat, Sekretaris DPRD Banten H. Deden Apriandhi serta Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Aparatur BKD Banten Drs. Lutfi Mujahidi.
Dalam audiensi ini Ketua Forum Pegawai Non PNS Non Kategori Provinsi Banten (FPNPB), Taufik Hidayat menyampaikan bahwa dilaksanakannya audiensi ini yaitu untuk memperjuangkan hak para pegawai Non PNS Non Kategori Provinsi Banten yang di informasikan akan dihapus pada tahun 2023 mendatang.
“Maksud dan tujuan kami beraudiensi dengan DPRD Banten ini, kami memohon untuk DPRD bisa membantu memperjuangkan hak pegawai Non PNS yang di informasikan akan dilakukan penghapusan di tahun 2023,” tuturnya.
Oleh karena itu melalui audiensi ini, Forum Pegawai Non PNS Non Kategori Provinsi Banten berharap DPRD Banten sesuai dengan kewenangannya bisa memperjuangkan nasib Pegawai Non PNS yang ada di Provinsi Banten.
Berdasarkan informasi, bahwa saat ini pegawai Non PNS Non Kategori di Provinsi Banten mencapai 17rb, jika isu terkait penghapusan pegawai Non PNS diberlakukan Tahun 2023 mendatang hal ini bisa menciptakan pengangguran baru.
Menimbang hal tersebut Taufik menambahkan bahwa, angka tersebut perlu dijadikan bahan pemikiran oleh Pemprov Banten, sehingga perlu juga prioritas untuk pegawai Non PNS dalam rekruitmen ASN, terlebih banyak pegawai Non PNS yang sudah bertahun-tahun mendedikasikan dirinya.
“Banyak pegawai Non PNS yang sudah ber umur dan mereka sudah menjadi honorer bertahun-tahun. Jadi jika jumlah tersebut benar-benar dihapuskan, ini bisa menciptakan pengangguran baru di Banten. Jadi kami memohon kepada DPRD untuk bisa memperjuangkan nasih kami,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Banten Andra Soni menuturkan bahwa DPRD tentu akan memperjuangkan hal tersebut sesuai dengan kewenangan yang dimiliki DPRD.
Andra Soni juga menjelaskan terkait isu penghapusan honorer itu didasarkan dari pemerintah pusat, walau demikian di tingkat daerah DPRD hanya bisa menyampaikan usulan dan masukan.
Ketua DPRD juga meminta kepada BKD untuk bersurat kepada DPRD untuk menyampaikan terkait isu penghapusan honorer dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menanggapi hal tersebut.
“DPRD akan mengawal sesuai kewenangan yang kami miliki. Kami juga akan memberikan usulan dan masukan kepada Pemprov serta kami meminta kepada BKD untuk bersurat kepada DPRD terkait isu penghapusan tenaga Non PNS ini dan apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menanggapi hal tersebut,” jelasnya. (rls/red)
Banten1 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Sport5 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional5 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional5 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional5 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf






































