Banten
DWP Provinsi Banten Gelar Sosialisasi Gerakan Pekarangan Produktif

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Tuchfah Tranggono membuka acara Sosialisasi Gerakan Perkarangan Produktif Dharma Wanita Persatuan Provinsi Banten Tahun 2022 bertempat di Gedung Serba Guna DPRD Banten, Rabu (26/10/2022).
Pada acara ini peserta yang terdaftar merupakan perwakilan dari DWP Kabupaten/Kota yang hadir untuk mengikuti Sosialisasi Gerakan Perkarangan Produktif Dharma Wanita Persatuan Provinsi Banten Tahun 2022.
Ny. Tuchfah Tranggono mengatakan pemerintah berusaha meningkatkan produksi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan kepada produksi impor dan menjaga stok pangan demi kestabilan dengan salah satu upayanya memanfaatkan pekarangan untuk menjadi yang produktif.
“Pekarangan yang produkif dalam hal ini merupakan suatu harapan agar kita bisa memanfaatkan lingkungan sekitar secara optimal dan jangan sampai krisis pangan berlanjut karena saya yakin Banten bisa serta tidak terkena imbas dari krisis pangan”, ujarnya.
Gerakan pekarangan produktif sesuai Undang-Undang Pangan Nomor 18 tahun 2012, adalah tangung jawab pemerintah bersama masyarakat dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif.
Dihubungi secara daring, Dr. Inti Pertiwi Nashwari S.P.,M.Si dari Kementerian Pertanian yang menjadi narasumber menjelaskan bahwa salah satu aspek yang menjadi permasalahan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional adalah aspek konsumsi. Hal ini menjadi indikasi produksi pangan Indonesia dari tahun ke tahun yang menurun akibat dampak perubahan iklim global yang tidak seimbang dengan tingkat konsumsi masyarakat terhadap bahan pangan yang terus meningkat.
“Tantangan yang kita hadapi saat ini dan ke depan adalah cara mengubah pola pikir masyarakat terhadap pangan lokal kita. Dengan mencoba memulai mengganti sumber karbohidrat”, ucapnya.
Sumber pangan tidak selalu dari pola konvensional yang membutuhkan lahan yang luas. Akan tetapi, terdapat juga adaptif dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Misal, model pertanian urban yang dikembangkan saat ini seperti menanam tanaman merambat dan bisa menggunakan metode urban farming seperti aquaponic, vertikultur, dan hidroponik.
Oleh sebab itu salah satu cara yang bisa ditempuh dalam meningkatkan diversifikasi pangan adalah melalui inovasi dan melakukan terobosan terhadap produk pangan lokal agar sesuai dengan preferensi konsumen saat ini.
Jabodetabek4 hari agoHilal Tak Terlihat di Masjid Hasyim Asy’ari, Puasa Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
Bisnis4 hari agoAllianz Group Investors Indonesia Berbagi Tips Investasi yang Relevan di 2026
Bisnis4 hari agoProgram Mudik Gratis BUMN 2026, BUMN akan Berangkatkan lebih dari 100 Ribu Pemudik
Nasional5 hari agoMuhammadiyah Puasa Ramadan 1447 H Mulai Hari Rabu Tanggal 18 Februari 2026
Nasional4 hari agoHasil Sidang Isbat Puasa Awal Ramadhan 1447 H Kapan?
Nasional5 hari agoAwal Ramadan 1447 H, Pemerintah Indonesia Tetap Gunakan Sidang Isbat dan Kriteria MABIMS
Nasional4 hari agoLive Streaming Hasil Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H/2026 M
Bisnis4 hari agoIndomie Luncurkan Varian Hype Abis Mi Nyemek

















