Connect with us

Enam tersangka yang diamankan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan perencanaan penggagalan pelantikan presiden dan wakil presiden, pada Minggu 20 Oktober 2019, masih terus didalami oleh penyidik. Mereka umumnya terkena cuci otak untuk membuat kerusuhan di hari pelantikan presiden.

“Jadi ini di brainwashing (dicuci otak) dalam grup ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Selasa (22/10/2019).

Grup WhatsApp tersebut dikepalai oleh satu tersangka Samsul Huda (SH). Di dalam grup tersebut, para tersangka dan member lainnya saling berkomunikasi soal perencanaan penggagalan pelantikan.

Dalam grup WA tersebut para anggota juga banyak men-Share link-link berita tentang banyaknya tenaga kerja asal China dan polisi China di Indonesia. Para anggota yang ada di grup itu percaya dengan informasi tersebut.

Advertisement

“Dengan adanya grup ini, ada tersangka FAB ini kenapa dia ikut bergabung? Dia meyakini Indonesia komunis makin berkembang, indikatornya ada unras, polisi China yang diperbantukan untuk pengamanan unras yang disenjatai lengkap, padahal nggak ada,” ucap Argo.

“Juga ada tenaga asing China masuk ke Indonesia dan China kuasai pemerintahan,” sambungnya. (pmj/kts).

Populer