Pamulang
Flyover Gaplek Pamulang Segera Direalisasikan

Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam waktu dekat ini segera membebaskan sekitar 123 kavling atau bangunan di kawasan Simpang Gaplek, Kecamatan Pamulang.
Rencananya lahan tersebut akan menjadi lokasi pembangunan jalur pintas atas atau flyover. Terakhir, Pemkot Tangsel mengumumkan daerah yang terkena gusur proyek yang mulai dikerjakan tahun depan.
Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangsel Ismunandar mengatakan, Pemkot sudah mengumumkan rencana penggusuran itu melalui surat pengumuman yang diterbitkan di website resmi tangerangselatankota.go.id tertera dari hasil inventarisasi dan identifikasi tanah, tanaman, bangunan dan benda-benda lain yang bekaitan dengan tanah serta ruang atas dan ruang bawah tanah, dapat dilihat pada peta dan papan pengumuman.
“Papan pengumuman tersebut tercantum di beberapa kantor kecamatan, antara lain Kecamatan Pamulang, Kecamatan Ciputat, serta Kelurahan Pamulang Timur, Pondok Cabe Udik, Pamulang Timur, Ciputat dan Cipayung,” ungkap Ismunandar.
Diharapkan, warga sekitar terutama mereka yang terkna dampak rencana pembebasan lahan untuk datang ke tempat tersebut, dan mengecek kembali. Jika ada keberatan dan sejenisnya agar disampaikan kepada tim pengadaan tanah pembangunan fly over Gaplek. Keberatan atau tanggapan akan ditunggu sampai pertengahan November.
“Kalau sampai batas tanggal tersebut tak ada yang mjenyampaikan keberatan, maka data yang tertuang dalam pengumuman dianggap disetujui warga,” papar Ismunandar.
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Bina Marga dan SDA Kota Tangsel, pembangunan ruas jalan lintas atas atau flyover simpang Gaplek, Kecamatan Pamulang, bakal menggusur ratusan kavling. Nantinya pondasi bangunan diarahkan dari Jalan RE Martadinata menju Terminal Podok Cabe dan sebaliknya.
Diperkirakan jalan layang sepanjang satu kilometer dengan lebar 34 meter akan menggusur 123 kavling dan bangunan warga di sekitar lokasi. “Setelah proses pengadaan tanah selesai, maka pembangunan flyover yang dibiayai anggaran dari pusat dengan pelaksaan tiga tahun (Multiyears),” ungkap Kepala Bagian Pertahana, Sekretariat Daerah Kota Tangsel, Heru Agus Santoso.
Perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tigaraksa, Asmudji menjelaskan, dasar hukum pengadaan lahan untuk flyover Gaplek berbeda dengan jalan tol dan jalan protokol. Manurutnya, payung hukum yang digunakan adalah Undang-undang Nomor 02 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk kepentingan Umum.
“Pembangunan lahan meliputi tanah dan bangunan sekitar lokasi flyover Gaplek, dengan lebar 175 meter sisi kanan dan kiri dari posisi as jalan exiting selebar 10 meter,” papar Asmudji.(ris/kt)
Nasional6 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Bisnis6 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis6 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur
Pemerintahan1 hari agoIdulfitri 1447 Hijriah, Pilar Saga Ichsan Tekankan Pentingnya Ukhuwah untuk Membangun Tangsel
Bisnis6 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia
Jabodetabek5 hari agoAmankan Gedung SMA & SMK Triguna Utama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selamatkan Aset Negara
Hukum4 hari agoMiris! Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Pengurus DKM di Ciputat Timur











