Nasional
Gadis Penderita Kanker Tulang Stadium Empat Butuh Biaya Pengobatan

Kabartangsel.com, PADANG PARIAMAN – Seorang gadis penderita kanker tulang ganas terbaring lesu dalam kamar kediamannya, di Kampung Tanjung, Korwong Kampung Tangah, Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
Namanya Intan Kasih Kirana, 14. Sebulan lebih lamanya remaja itu terbaring di kamar tidur. Pelajar berprestasi di MTSN 2 Kota Pariaman itu bertahan melawan kanker tulang ganas yang divonis dokter sejak September 2018 silam.
Dari informasi, sebelum divonis kanker, Intan awalnya mengalami pembengkakan di bahu kiri karena terkilir pada September 2018 ketika merayakan ulang tahun kakak kandungnya.
Saat itu, Intan merayakan ulang tahun kakaknya dengan permainan lempar telor ayam. Singkatnya, saat melemparkan telor ayam itulah bahu sebelah kirinya terkilir. Lantas, Intan pun dibawa ke tukang urut untuk mengobati bahu terkilir. Namun, bukannya sembuh, bahu anak ketiga dari lima bersaudara itu justru semakin membengkak.
Merasa khawatir, ayahnya Joni Indra, 51, dan ibunya Yulinar, 45, memutuskan untuk membawa Intan ke RSUD Pariaman untuk menjalani rontgen. Empat malam lamanya Intan menjalani rawat inap kala itu.
Namun, kata ayah kandungnya, Joni, penyakit Intan tak kunjung diketahui. Sementara putrinya selalu mengeluhkan sakit di bagian bahu yang kian membengkak. Lantas, Intan pun dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.
Alangkah terkejutnya Joni. Sebab, setelah menjalani serangkaian pengobatan, anaknya divonis dokter mengidap kanker tulang ganas stadium 4. Tiga bulan lamanya Intan menjalani pengobatan di RSUP M Djamil, Padang. Rambutnya pun mulai rontok satu persatu sampai sekarang.
“Intan juga sempat satu kali menjalani kemoterapi di sana (M Djamil Padang). Tapi, karena keterbatasan biaya, Intan akhirnya kami bawa pulang lagi ke rumah,” kata ayahnya kepada wartawan, Senin (4/2).
Sejak dibawa pulang ke rumahnya akhir Desember 2018 dan sampai saat ini, Intan hanya mendapatkan perawatan secara tradisional. “Kami sudah tak ada biaya lagi. Sehingga kami hanya bisa membeli obat alternatif yang lebih murah biayanya,” ucap Jon yang berprofesi sebagai petani itu.
Joni mengakui, saat ini, dirinya mengharapkan bantuan biaya pengobatan untuk penyembuhan putrinya itu. Sebab, biasa pengobatan Intan cukup mahal. Memang pengobatan Intan ditanggung BPJS. Namun, ada obat-obat yang harganya mahal dan itu tidak ditanggung BPJS.
Saat ini, Joni hanya bisa pasrah sambil menunggu uluran tangan untuk pengobatan anaknya. “Alhamdulillah, hari ini datang bantuan dari alumni SMPN 1 Sungai Sariak, dan kami sangat berterimakasih,” katanya.
Bagi pembaca yang berniat dan ingin membantu Intan Kasih Kirana, bisa menyalurkan donasinya melalui rekening BRI: 5497-01-008618-53-8 Atas Nama: Yulinar atau Hubungi Joni Indra dinomor telepon: 082180099333.
(JPC)
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Nasional6 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Politik1 minggu agoWI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik
Nasional5 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya
Obituari4 hari agoKurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia
Sport2 hari agoDaftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026









































