Lifestyle
Gejala Autisme Pada Anak yang Paling Umum Terjadi

Autisme adalah kelainan pada seseorang yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi, minat, serta perilaku dan masuk dalam kondisi yang dinamakan gangguan spektrum autisme. Biasanya autisme muncul saat bayi dan awal masa kanak-kanak. Semakin awal gejala autisme diketahui, maka semakin cepat pula anak akan mendapat perawatan. Dengan begitu, terapi pengobatan bisa semakin efektif. Lantas, apa saja gejala autisme pada anak? Berikut ulasannya.
Berbagai gejala autisme pada anak yang perlu diwaspadai
Untuk mengetahui berbagai gejala autisme pada anak, Anda bisa melihatnya dari tiga faktor utama yaitu dari keterampilan sosial atau interaksi, komunikasi, dan perilaku. Biasanya anak dengan autisme akan menunjukkan berbagai gejala berikut seperti:
Keterampilan sosial (interaksi)
Anak dengan autisme biasanya mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain yang ditunjukkan dengan ciri sebagai berikut:
- Tidak dapat menanggapi saat dipanggil namanya di usia 12 bulan.
- Tidak tertarik untuk bermain, berbicara, dan berinteraksi dengan orang lain.
- Lebih suka menyendiri.
- Menghindari atau menolak kontak fisik.
- Ketika kesal biasanya anak tidak suka dihibur.
- Anak tidak mengerti perasaannya sendiri dan orang lain.
Komunikasi
Anak dengan autisme biasanya memiliki masalah dengan komunikasi seperti:
- Terlambat bicara dibandingkan dengan anak seusianya.
- Berbicara dengan nada suara yang aneh dan tak jarang sulit dimengerti.
- Sering mengulang frasa yang sama berulang kali.
- Menanggapi pertanyaan dengan mengulanginya, bukan justru menjawabnya.
- Menggunakan bahasa secara salah, misalnya menggunakan kata ganti orang ketiga dalam menyebut dirinya sendiri.
- Tidak memahami arah, pernyataan, atau pertanyaan sederhana.
- Tidak bisa memahami lelucon yang diberikan.
Perilaku
Anak dengan autisme akan menunjukkan perilaku yang tidak biasanya seperti:
- Melakukan gerakan yang sama berulang kali misalnya, mengepakkan tangan, bergoyang maju mundur, atau menjentikkan jari.
- Bergerak dengan perilaku berlebih yang konstan.
- Melakukan rutinitas khusus dan kesal ketika rutinitasnya diubah.
- Memiliki kebiasaan makan yang lebih rewel.
- Sering bertindak tanpa berpikir.
- Memiliki perilaku yang agresif, baik dengan diri sendiri maupun orang lain.
- Tidak bisa fokus pada satu hal dalam waktu yang lama.
- Memiliki minat sensorik yang tidak biasa, misalnya mengendus mainan, benda, atau orang.
- Memainkan sesuatu dengan cara berulang dan tidak imajinatif.
Jika Anda melihat berbagai gejala ini pada anak, maka usahakan untuk segera memeriksakannya ke dokter untuk dicari tahu akar masalahnya. Penanganan dini yang tepat dapat membantu efektivitas pengobatan.
Kabartangsel.com
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Nasional6 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Politik7 hari agoWI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya









































