Lifestyle
5 Kondisi Ibu Hamil yang Perlu Melakukan Induksi Melahirkan

Persalinan merupakan waktu yang paling dinanti-nanti oleh ibu hamil trimester akhir. Sebab itu artinya, sebentar lagi Anda bisa bertemu langsung dengan si kecil yang selama sembilan bulan ini ada dalam perut Anda. Sayangnya, tidak semua ibu hamil bisa melalui proses persalinan yang lancar. Sebagian mungkin membutuhkan induksi melahirkan guna mempermudah kelahiran bayi. Memang, siapa saja yang harus melakukannya?
Siapa saja yang membutuhkan induksi melahirkan?
Induksi melahirkan atau induksi persalinan adalah prosedur yang bertujuan untuk mempermudah kelahiran dengan merangsang kontraksi rahim. Keputusan ini dipilih untuk mengurangi risiko persalinan yang dapat menimpa ibu dan bayinya.
Tidak semua ibu hamil membutuhkannya, beberapa kondisi berikut ini yang paling memerlukan induksi melahirkan:
1. Usia kehamilan melebihi tanggal perkiraan kelahiran
Biasanya, tanda-tanda ibu akan melahirkan muncul ketika satu atau dua minggu tanggal persalinan. Namun, tanda ini mungkin saja tak kunjung muncul, bahkan sudah melebihi tanggal persalinan yang telah ditentukan. Bila hal ini terjadi, umumnya dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan induksi persalinan.
Pasalnya bila dibiarkan lebih lama lagi, ditakutkan akan berisiko membahayakan kondisi Anda dan bayi di dalam perut. Misalnya, menimbulkan masalah kesehatan, plasenta kurang efektif untuk memberikan nutrisi bagi bayi, hingga bayi lahir mati.
2. Ketuban pecah dini
Induksi persalinan penting bagi ibu hamil yang air ketubannya telah pecah lebih dulu, tapi persalinan belum kunjung mulai. Bila ibu mengalami ketuban pecah dini, infeksi akan mudah menyerang tubuh ibu maupun bayi.
Sebelumnya dokter akan mempertimbangkan beberapa hal dulu, seperti usia kehamilan dan siap tidaknya bayi untuk dilahirkan. Proses induksi melahirkan mungkin tidak akan dilakukan bila bayi Anda prematur.
3. Infeksi di cairan ketuban
Jika Anda memiliki infeksi pada rahim atau cairan ketuban (chorioamnionitis), kemungkinan besar Anda harus mendapatkan induksi melahirkan. Sebab bayi tidak mungkin hidup dalam lingkungan yang terinfeksi, bukan? Dalam waktu bersamaan, induksi juga bertujuan untuk mengobati infeksi.
4. Memiliki kondisi medis tertentu
Induksi persalinan juga harus dilakukan bagi Anda yang memiliki penyakit kronis yang mengancam keselamatan Anda dan bayi. Kondisi ini meliputi tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, kolesterol tinggi, hingga berat badan lebih.
Kabartangsel.com
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
Tangsel2 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
























