Setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Rick Nelson Houenipwela, Presiden Joko Widodo menuju APEC Haus untuk menghadiri pertemuan “ABAC Dialog with Leaders” dengan tema Inclusion in the Age of Disruption: Charting a Common Future dengan fokus pembahasan pada isu perdagangan, ekonomi global dan digital ekonomi, Sabtu (17/11).
Presiden Jokowi tergabung dalam break out grup terbatas bersama kepala negara atau kepala pemerintahan APEC yaitu Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri Vietnam Nguyễn Xuân Phúc, dan Utusan Khusus Cina Taipei Morris Chang (Founder Taiwan Semiconductor Manufacturing).
Mereka bertemu dengan perwakilan ABAC dari keempat negara dan dimoderasi oleh Richard Cantor dari Amerika Serikat. Dari Indonesia sendiri hadir Ketua ABAC Indonesia Anindya Bakrie.
“Berempat dengan Presiden Jokowi, berdialog dengan APEC dari keempat negara tersebut dan mereka biasanya di situ akan menanyakan bagaimana policy atau rencana policy pemimpin-pemimpin tersebut,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tentang pertemuan tersebut, di Hotel Hilton, Sabtu (17/11).
Sementara itu, Direktur Kerja Sama Intra Kawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Andre Omer Siregar yang turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan itu mengatakan bahwa dalam dialog tersebut Presiden Joko Widodo menanggapi moderator terkait upaya Indonesia memajukan ekonomi digital.
Selain itu Presiden juga menyampaikan tiga intervensi lainnya yaitu mengenai isu konflik perdagangan yang merugikan rakyat, perlunya motivasi untuk pengusaha digital, dan peranan penting anak muda dan perempuan dalam memajukan ekonomi digital di seluruh APEC.
“Peran dan pernyataan Presiden RI di sesi ABAC tersebut sangat diapresiasi peserta, bahkan tanpa terasa diskusi melampaui batas waktu dan memasuki sesi APEC Informal Dialogue with Pacific Islands Countries,” ucap Andre.
Dalam pertemuan itu, PM Vietnam menyampaikan pentingnya kerja sama perdagangan regional seperti pencapaian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di ASEAN dan menyampaikan peran penting Indonesia dalam perdagangan di ASEAN.
PM Australia mencatat peran penting perdagangan secara terbuka dan merangkul setiap pihak guna mendorong liberalisasi perdagangan serta menghargai peran Indonesia menyelenggarakan IMF World Bank. Namun ia juga mengingatkan bahwa digital ekonomi bukan wild west dan harus diatur untuk mencegah cybercrime.
Sedangkan Utusan Khusus Cina Taipei mengingatkan perlunya pemerintah memahami teknologi digital, artificial intelligence dan kebiasaan anak muda dalam membuat kebijakan ekonomi digital. (sk/fid)
Nasional1 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport1 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional1 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport1 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport6 hari agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober
Bisnis1 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Bisnis1 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi












