Hanya Sedikit Eksportir Banten yang Menggunakan Pelabuhan Merak dan Tanjung Leneng

By: Minggu, 19 Oktober 2014

Sebagian besar komoditi Provinsi Banten yang diekspor ke berbagai negara pada Agustus 2014 menggunakan jasa Pelabuhan Tanjung Priok, sedikit sekali yang melalui Pelabuhan Merak maupun Pelabuhan Tanjung Leneng.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Ranta Soeharta di Serang, Sabtu, (18/9), menyebutkan ekspor nonmigas Banten pada Agustus yang mencapai 915,64 juta dolar AS, 83,15 persen atau senilai 761,35 juta dolar AS dikirim melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Sedangkan lainnya 74,54 juta dolar AS, atau 8,14 persen menggunakan jasa Pelabuhan Merak, dan 4,56 persen atau senilai 41,72 juta dolar AS melalui Pelabuhan Tanjung Leneng.

Nilai ekspor Agustus 2014 mengalami peningkatan hanya pada dua pelabuhan muat yaitu melalui Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Tanjung Priok, masing-masing sebesar 13,27 juta dolar AS dan 102,75 juta dolar AS.

“Penurunan terbesar terjadi pada Pelabuhan Tanjung Leneng, yang mencapai 14,90 juta dolar AS, sementara terendah terjadi pada Pelabuhan Halim Perdana Kusuma yang turun 0,02 juta dolar AS.

Ia mengatakan, tingginya eksportir menggunakan jasa pelabuhan Tanjung Priok disebabkan selain letak wilayah Banten yang dekat dengan DKI Jakarta, juga para eksportir tersebut memiliki kantor pusat di Jakarta, sehingga secara administrasi lebih efektif dan efisien dimuat di Pelabuhan Tanjung Priok. (mon/kt)