Pemerintahan
Iklim Investasi di Tangsel Cukup Baik, Sektor Properti Mendominasi

Kepala Kantor Penanaman Modal Daerah (KPMD) Tangsel Oting Ruhiyat mengatakan, iklim investasi di Kota Tangerang selatan (Tangsel) cukup baik. Setahun kemarin, realisasinya mencapai Rp 4 – Rp 5 triliunan. Pencapaian ini sebagai buah dari upaya semua pihak menjaga kondusifitas di daerah termuda di Banten ini.
Dijelaskan Oting, ada dua jenis investasi. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Dua jenis ini, ada yang diberikan fasilitas oleh pemerintah. Mereka diberikan berbagai kemudahan sehingga bisa berinvestasi di Kota Tangsel.
“Untuk investasi yang mendapatkan fasilitas dari pemerintah, realisasinya kecil. Tapi, investasi yang langsung melalui perizinan di Tangsel, besar,” kata Oting, Kamis (8/1).
Ia menjelaskan, dari PMDN dan PMA yang diberikan fasilitas, realisasi investasi yang masuk ke Kota Tangsel nilainya sekitar Rp490 miliar lebih. Jumlah ini terdiri dari PMDN sebesar Rp145 miliar, dan PMA sebesar Rp345 miliar lebih.
“Untuk PMDN yang diberikan fasilitas adalah yang berinvestasi di bidang permesinan dari luar negeri. Fasilitasi yang diberikan berupa pengurangan pajak atau bea masuk alat itu,” jelasnya.
Sementara fasilitas bagi investor jenis penanaman modal asing diberikan kepada seluruh investor asing. Alasannya, pemerintah memberikan kemudahan dengan alasan, penanaman modal di Indonesia harus tinggi sehingga bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja. “Fasilitas yang diberikan seperti, kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan sebagainya,” kata dia.
Untuk itu, pemerintah pusat dalam hal ini Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia membagi kewenangan pemberian izin investasi. Khusus bagi investasi yang mendapatkan fasilitas dari pemerintah maka, diurus di pusat.
“Untuk PMA, sebesar apa pun nilainya tetap diurus di pusat. Kalau PMDN, ada pembagian. Di atas Rp10 triliun itu di provinsi, di bawahnya bisa dilakukan di kabupaten/kota,” terang Oting.
Mantan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangsel ini menambahkan, jenis investasi yang ada di Kota Tangsel bukan untuk industri manufaktur.
Kebanyakan, bergerak di bidang jasa, perdagangan dan properti. Seperti, jasa keuangan yaitu perbankan, pusat penjualan suku cadang mesin, serta pertokoan dan apartemen untuk segmen investasi properti.
“Paling besar untuk sektor perumahan, hotel, dan jasa perdagangan. Untuk permesinan sedikit,” jelasnya. Selain realiasi investasi itu, Tangsel juga mendapatkan penanaman modal selama 2014 yang diurus melalui Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel. Untuk realisasinya, mencapai Rp4-Rp5 triliun rupiah.
“Kalau investasi yang berasal dari IMB sekitar Rp4-Rp5 triliun. Jenisnya sama untuk properti kebanyakan,” terang Oting. Soal tingginya nilai realisasi investasi ini, Oting mengklaim bahwa kondusifitas daerah menjadi kuncinya.
Selain itu, infrastruktur dasar penunjang pelayanan publik juga menjadi hal tak terbantahkan mendulang tingginya realisasi investasi itu.
“Jalan rusak berpengaruh terhadap investasi dan PAD juga. Selama ini, investasi di Tangsel stabil-stabil saja,” katanya. (te/kt)
Bisnis5 hari agoBRI Life Gelar “The Board’s Charity Engagement”
Bisnis5 hari agoManfaat Utama Promo Ramadhan di Blibli
Nasional5 hari agoSelama Ramadan, AQUVIVA Hadirkan Sejuknya Air Mineral ke 321 Masjid di Indonesia
Hukum5 hari agoLewat Apel Siaga Kamtibmas, Polres Tangsel Gaungkan “Jaga Warga – Jaga Tangsel”
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Gelar Bazar Ramadan 1447 H Serentak di 7 Kecamatan pada 5 Maret 2026
Pemerintahan5 hari agoSafari Ramadan 1447 H, Benyamin Davnie Salurkan Total Bantuan Rp405 Juta untuk Imam, Marbot hingga Guru Ngaji
Hukum5 hari agoPolres Tangsel Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Etomidate
Bisnis5 hari agoGerakan Masjid Bersih 2026, Wipol Bersihkan 54.000 Masjid

















