Lifestyle
Ini Ragam Cara Meredakan Demam setelah Imunisasi

Dengan imunisasi, anak akan terlindungi dari berbagai penyakit lain. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan tata laksana pemberian imunisasi bagi puskesmas, praktik dokter pribadi, dan rumah sakit agar tetap aman dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Namun, imunisasi dapat memicu efek samping, seperti demam.
Yuk, simak cara meredakan demam setelah imunisasi agar anak kembali ceria.
Seputar imunisasi untuk balita
Imunisasi rutin tetap harus dilakukan selama pandemi. Hal ini memang penting untuk kesehatan balita dan orang-orang di sekitarnya. Mengutip dari National Health Security (NHS), manfaat dari imunisasi adalah:
- Menjaga anak dari penyakit serius dan berbahaya
- Melindungi orang lain di lingkungannya
- Mengurangi prevalensi bahkan melenyapkan sebuah penyakit jika banyak orang menerima vaksin penyakit tertentu
Sejumlah Ibu khawatir dengan imunisasi karena mampu memicu efek samping. Maka dari itu, banyak orang tua yang mencari cara meredakan demam setelah imunisasi atau efek samping lainnya. Akan tetapi, Ibu wajib tahu bahwa pemberian vaksin tergolong aman karena:
- Tidak menyebabkan autisme
- Aman bagi sistem kekebalan tubuh anak
- Tidak mengandung merkuri
- Vaksin telah diteliti dan diuji dengan baik untuk memastikan tidak berbahaya bagi anak
Cara kerja dan efek samping setelah imunisasi
Imunisasi “mengajarkan” sistem kekebalan tubuh bagaimana cara membuat antibodi untuk melindungi tubuh si Kecil dari penyakit. Hasilnya, sistem kekebalan tubuh anak menjadi tahu cara melawan penyakit tertentu. Cara ini jauh lebih aman daripada membiarkan anak tertular sebuah penyakit, lalu baru diobati setelah itu.
Vaksin pada imunisasi umumnya merupakan bakteri atau virus dalam jumlah sangat sedikit yang telah dilemahkan atau dimatikan. Alhasil, tidak ada risiko bagi anak yang sehat untuk terserang penyakit akibat vaksin dari imunisasi.
Layaknya obat atau tindakan medis lainnya, imunisasi juga memiliki efek samping yang ringan dan tidak berlangsung lama. Contohnya:
- Pembengkakan, ruam merah, dan nyeri di area suntikan
- Selera makan menurun
- Muntah
- Rewel
- Demam
Wajar saja jika orang tua khawatir anak terserang demam setelah imunisasi. Akan tetapi, ada sejumlah cara meredakan demam setelah imunisasi. Selain itu imunisasi dapat dilakukan di rumah dan orang tua dapat bertanya perihal cara meredakan demam atau efek samping lain yang muncul setelah imunisasi, kepada dokter.
Tips meredakan demam setelah imunisasi

Berdasarkan Seattle Children’s, demam setelah imunisasi umumnya terjadi dalam kurun waktu 24 jam setelah pemberian imunisasi. Hal ini dapat berlangsung hingga dua hari lamanya. Ketika demam, suhu badan anak dapat mencapai 38°C.
Untuk meredakan demam setelah imunisasi, ada sejumlah cara yang dapat orang tua lakukan. Ketika demam, pastikan anak selalu cukup minum, seperti ASI atau air. Minum secara rutin dapat menambah cairan tubuh yang berkurang akibat demam, sehingga meminimalisasir risiko dehidrasi.
Kemudian, supaya anak lebih nyaman, anak tidak perlu memakai terlalu banyak pakaian. Tujuannya agar anak tidak makin kepanasan di tengah demam.
NHS juga menyatakan cara lain yang dapat dicoba adalah memberikan sirup obat penurun panas yang mengandung parasetamol. Kandungan parasetamol membantu menurunkan suhu badan ketika anak demam. Tak hanya itu, nyeri atau sakit pada area suntikan juga dapat berkurang. Dengan begitu, kemungkinan anak mudah marah atau rewel setelah imunisasi juga menurun.
Supaya anak mau minum sirup obat berbahan parasetamol, orang tua dapat memilih sirup obat dengan rasa yang disukai anak, seperti jeruk. Harap Ibu dan Ayah memberikan obat sesuai aturan pakai, ya.
Singkat kata, demam merupakan reaksi umum yang terjadi setelah imunisasi. Demam menunjukkan sistem kekebalan tubuh sedang bereaksi terhadap vaksin yang diberikan. Selalu bertanya kepada dokter terkait reaksi imunisasi yang patut diwaspadai. Dengan begitu, orang tua tahu reaksi dari imunisasi yang memerlukan penanganan secepat mungkin dari dokter.
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Pemerintahan4 minggu agoSekda Bambang Noertjahjo Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
























