Connect with us

Bisnis

INPC Milik Siapa? Prospek Saham Bank Artha Graha

Bank Artha Graha

Saham INPC merupakan kode perdagangan dari Bank Artha Graha Internasional Tbk, sebuah bank swasta nasional yang telah menjadi bagian dari perjalanan industri perbankan Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Perseroan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Agustus 1990 dan hingga kini tercatat di Papan Utama, menandakan eksistensi dan skala usaha yang mapan.

Beroperasi di sektor keuangan, subsektor bank, INPC menjalankan kegiatan usaha utama di bidang perbankan konvensional yang mencakup layanan ritel, komersial, hingga korporasi.

Sejarah Singkat dan Profil Perusahaan

Bank Artha Graha Internasional Tbk berkantor pusat di Gedung Artha Graha, kawasan strategis Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Sejak awal pendiriannya, bank ini fokus membangun fondasi bisnis perbankan yang sehat melalui penguatan permodalan, manajemen risiko, serta tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.

Dengan pengalaman panjang menghadapi berbagai dinamika ekonomi nasional maupun global, INPC terus menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap relevan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Advertisement

Informasi Umum Perusahaan

  • Nama: Bank Artha Graha Internasional Tbk

  • Kode Saham: INPC

  • Tanggal Pencatatan: 23 Agustus 1990

  • Papan Pencatatan: Utama

  • Bidang Usaha Utama: Perbankan

  • Sektor: Keuangan

  • Situs Resmi: www.arthagraha.com

Kontak Kantor Pusat
Gedung Artha Graha Lt. 5,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52–53,
Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12190
Telepon: (021) 515-2168
Email: co_secretary@ag.co.id

Struktur Manajemen dan Tata Kelola

Dalam menjalankan operasionalnya, INPC didukung oleh jajaran manajemen dan komisaris yang berpengalaman di industri keuangan. Struktur tata kelola perusahaan dirancang untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta menjaga kepercayaan pemegang saham.

Dewan Direksi

  • Andy Kasih – Direktur Utama

  • Christina Harapan – Wakil Direktur Utama

  • Indrastomo Nugroho – Direktur

  • Handoyo Soedirdja – Direktur

  • Susana – Direktur

  • Selvy Hutomo – Direktur

Dewan Komisaris

  • Kiki Syahnakri – Komisaris Utama (Independen)

  • Tomy Winata – Wakil Komisaris Utama

  • Sugianto Kusuma – Wakil Komisaris Utama

  • Elizawatie Simon – Komisaris Independen

  • Pesta Uli Sitanggang – Komisaris Independen

Selain itu, fungsi pengawasan diperkuat melalui Komite Audit yang diketuai oleh Pesta Uli Sitanggang, bersama anggota Suryani Purwita dan Anas Latief.

Advertisement

Struktur Pemegang Saham INPC

Komposisi pemegang saham INPC menunjukkan kepemilikan yang relatif tersebar antara investor institusi dan publik. Beberapa pemegang saham dengan kepemilikan signifikan di atas 5% antara lain:

  • PT Cakra Inti Utama

  • PT Pirus Platinum Murni

  • PT Cerana Artha Putra

  • PT Artha Graha Network

  • PT Puspita Bisnispuri

Porsi kepemilikan masyarakat, baik warkat maupun non-warkat, mencapai lebih dari separuh total saham beredar. Kondisi ini mencerminkan tingkat free float yang cukup besar, sehingga saham INPC relatif likuid di pasar.

Posisi INPC di Industri Perbankan

Sebagai bank yang telah melantai sejak awal dekade 1990-an, INPC memiliki rekam jejak panjang dalam menghadapi siklus ekonomi, mulai dari krisis finansial hingga periode pemulihan. Fokus pada kehati-hatian, penguatan struktur pendanaan, serta pengembangan layanan menjadi strategi utama perseroan untuk menjaga stabilitas kinerja.

Dukungan jaringan usaha dan ekosistem Artha Graha Group turut menjadi nilai tambah dalam memperluas peluang bisnis serta memperkuat posisi kompetitif bank di industri perbankan nasional.

Advertisement

INPC (Bank Artha Graha Internasional Tbk) merupakan emiten perbankan dengan sejarah panjang, struktur manajemen lengkap, serta kepemilikan saham yang relatif tersebar. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di sektor keuangan, INPC menjadi salah satu saham bank yang patut diperhatikan oleh investor yang mencari eksposur di industri perbankan Indonesia dengan pendekatan jangka menengah hingga panjang.

Prospek Saham Bank Artha Graha

Saham INPC merupakan saham perbankan milik Bank Artha Graha Internasional Tbk, bank swasta nasional yang telah beroperasi sejak 1970-an dan resmi menjalankan layanan perbankan umum pada 24 Februari 1993. Emiten ini tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia dan masuk dalam sektor keuangan, industri bank, serta tergabung dalam indeks sektoral IDXFINANCE dan IDXSMC-COM. Dengan rekam jejak panjang di industri jasa keuangan, INPC dikenal sebagai bank yang menjalankan bisnis secara relatif konservatif dan berhati-hati.

Dari sisi perdagangan saham, INPC kerap dipantau oleh trader karena pergerakan harga yang cenderung datar namun sesekali disertai lonjakan volume. Likuiditasnya tidak selalu tinggi, namun pada periode tertentu dapat mencatatkan volume transaksi yang signifikan, sehingga menarik untuk strategi trading jangka pendek hingga menengah. Karakter saham seperti ini umumnya sensitif terhadap sentimen sektor keuangan dan kondisi pasar secara umum, bukan pada kinerja kuartalan yang agresif.

Prospek saham INPC didukung oleh pengalaman panjang perseroan dalam menghadapi berbagai siklus ekonomi nasional. Fokus pada stabilitas, pengelolaan risiko, serta kehati-hatian dalam penyaluran kredit membuat bank ini mampu bertahan di tengah tekanan industri perbankan. Selain itu, kepemilikan saham yang relatif tersebar antara institusi dan publik memberi ruang pergerakan harga di pasar, meski belum cukup kuat untuk mendorong tren kenaikan jangka panjang tanpa katalis tambahan.

Advertisement

Namun demikian, INPC juga menghadapi tantangan berupa skala usaha yang lebih kecil dibanding bank-bank besar, minimnya ekspansi agresif, serta terbatasnya sentimen positif jangka pendek. Faktor-faktor tersebut membuat saham INPC kurang diminati investor jangka panjang berbasis fundamental kuat, tetapi tetap relevan bagi investor atau trader yang mencari saham bank berharga rendah dengan potensi pergerakan teknikal.

Secara keseluruhan, prospek saham INPC dapat dikategorikan moderat dan selektif. Saham ini lebih cocok diposisikan sebagai saham trading berbasis momentum sektor keuangan atau sentimen pasar, bukan sebagai saham unggulan untuk strategi buy and hold jangka panjang. Potensi tetap ada, namun sangat bergantung pada kondisi makroekonomi, pergerakan sektor perbankan, serta arah kebijakan dan strategi bisnis perseroan ke depan.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer