Legislatif
Ipah Ema Jumiati Optimistis Caleg Perempuan Mampu Suarakan Aspirasi Masyarakat

Pengamat politik dari Universitas Tirtayasa Ipah Ema Jumiati S.Ip MSi menilai optimistis para calon anggota legislatif perempuan yang akan duduk di parlemen mampu menyuarakan aspirasi masyarakat.”Saya optimistis anggota legislatif perempuan mampu bersuara vokal, karena dalam kenyataan ada beberapa daerah yang berhasil seperti di DPRD Kota Serang, perempuannya lebih menonjol, bahkan ketua dan wakil ketuanya adalah perempuan,” kata Ipah ketika diminta komentarnya tentang keterwakilan perempuan 30 persen, di Serang, Banten, Jumat, 21/3/2014.
Menurut Ipah, bila perempuan diberi kesempatan duduk di DPR atau DPRD dalam jumlah yang sama dengan kaum laki-laki, diyakininya akan banyak perubahan positif yang terjadi, termasuk dalam “melahirkan” peraturan-peraturan yang berpihak kepada perempuan dan masyarakat miskin.
“Namun sayangnya, partai politik belum menyiapkannya secara serius, karena masih menganut budaya patriarki, sehingga dibuatnya peraturan keterwakilan perempuan harus 30 persen, maka ada partai yang asal menerima pencalonan legislatif perempuan, padahal belum teruji kemampuannya berpolitik,” kata Dosen Fakultas Politik dan Ilmu Sosial (Fisip) Universitas Tirtayasa (Untirta).
Meskipun demikian, katanya, kemauan perempuan terjun didunia politik sudah menjadi modal untuk menerapkan kesamaan gender, dan masalah kemampuan dapat “diasah” secara bertahap oleh partai politik yang mengusungnya selama lima tahun ia duduk di parlemen.
Ia tidak menapik bahwa selama ini legislatif perempuan banyak yang diam atau kurang bersuara, dan hanya beberapa orang yang vokal dalam memutuskan kebijakan, namun dengan bertambahnya jumlah mereka di parlemen diharapkan dapat terbawa “arus” cara dilakukan oleh para perempuan yang vokal tersebut.
“Kalau saya sih inginnya jumlah perempuan sama dengan jumlah laki-laki di DPR. Jadi suaranya benar-benar terwakilkan, tapi secara bertahap ini sudah bagus, tinggal lagi partai politik menyiapkan kader-kadernya yang berkualitas,” kata Ipah.
Menyinggung kendala yang dihadapi caleg perempuan berkiprah di politik, Ipah mengatakan, pada umumnya hanya persoalan keberanian dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, disebabkan antara lain kurang menguasainya persoalan yang akan disampaikan, atau kurang wawasan.
Oleh sebab itulah, ia menyarankan partai politik harus selektif memilih caleg, dan dari awal sudah menyiapkan kader-kadernya yang dianggap berkemampuan dan berkualitas, sehingga kehadirannya di parlemen bermanfaat. (ant/kt)
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Pemerintahan4 minggu agoTinjau SMAN 1 Tangsel, Wali Kota Benyamin Davnie dan Gubernur Andra Soni Pastikan Program MBG dan SPMB Berjalan Optimal
Banten4 minggu agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Banten4 minggu agoJemaah Haji Kloter Pertama Banten Tiba di Tanah Air
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting

























