Banten
Irgan Chairul Mahfiz: Kader PPP Harus Siap Menangkan Pemilu 2014

Apa saja yang dilakukan Sekjen PPP tahun 2007 ini untuk mengembalikan PPP sebagai rumah umat Islam, berikut wawancaranya dengan calon legislatif (Caleg) 2014 No Urut 1 Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III yang meliputi Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang ini.
Langkah-langkah apa saja yang sudah dilakukan untuk upaya pemenangan Pemilu 2014?
Kita terus melakukan evaluasi dan konsolidasi ke kader hingga masyarakat. Tidak hanya memberikan pengarahan dan pembekalan politik, kita juga meluangkan waktu untuk mendengarkan informasi dan masukan seputar strategi politik yang disampaikan kader.
Apa yang dihimbau kepada kader untuk tujuan kemenangan partai itu?
Seluruh kader agar tetap fokus dan berperan aktif mengamati peta-peta pesaing partai politik di wilayahnya. Setiap kader yang akan maju dalam Pileg 2014 harus siap lahir bathin. Semua kader dari atas sampai bawah juga harus siap untuk bekerja keras untuk memenangkan Pileg.
Termasuk pengarahan untuk PPP Kota Tangerang Selatan?
Ya. Kita terus memberikan pengarahan dan pembekalan kepada kader yang bakal maju dalam Pileg tahun 2014 mendatang. Langkah ini dilakukan guna membangun solidaritas antara kader sekaligus memperkuat strategi politik dalam menghadapi Pileg.
Apakah ini bakal efektif?
Evaluasi dan konsolidasi atas komitmen politik setiap kader untuk memenangkan Pemilu 2014 mendatang sangat penting. Konsolidasi tersebut penting untuk menyolidkan para kader di internal partai.
Apa yang sudah dihasilkan selama menjabat anggota DPR periode 2009-2014?
Tentu banyak dan tidak bisa saya sebutkan. Sebagai anggota dewan sekaligus Wakil Ketua Komisi IX yang mengurusi ketenagakerjaan, tentu saja saya memberikan perhatian ekstra kepada kasus TKI yang ada di negeri orang. Seperti saat kasus kematian tiga TKI dengan organ yang tidak lagi lengkap. Saya sangat geram dan mengecam polisi Malaysia yang bersikap sewenang-wenang terhadap TKI dengan menembaki mereka secara brutal hingga tewas bahkan jenazahnya dipulangkan dalam kondisi tidak lengkap. Saya berpendapat bahwa pengiriman TKI ke Malaysia seharusnya dihentikan untuk sementara waktu sampai melihat kenyataan bahwa TKI disana diperlakukan dengan sangat buruk dan tidak manusiawi.
Apa yang terjadi sebenarnya dengan persoalan TKI selama ini?
Komitmen dan kepedulian pemerintah untuk melindungi TKI masih sangat lemah. Hal ini terlihat dengan minimnya pemantauan dan pengawasan serta perlindungan pemerintah terhadap TKI, mulai dari perekrutan hingga ketika menghadapi masalah di luar negeri. Khususnya TKI yang ada di Saudi Arabia dan Malaysia. Demikian pula dengan sistem dan kelembagaan yang mengawasi, melindungi dan merekrut TKI.
Kalau pemerintah memiliki niat dan komitmen tinggi terhadap persoalan-persoalan TKI, maka persoalan yang dihadapi TKI di luar negeri baik itu penyiksaan oleh majikan, tidak diberikannya gaji, atau hal lainnya, pasti bisa teratasi. Paling tidak hal ini bisa dilihat pasca-kerusuhan di KJRI Jeddah. Ternyata pemerintah bisa memberikan pelayanan yang optimal untuk melayani TKI yang tengah mengurus amnesti di Saudi. Seperti ada keinginan untuk membuka loket-loket lain di Jeddah, selain di kantor KJRI Jeddah. Bila hal itu yang dilakukan pemerintah sejak awal, saya yakin kerusuhan di KJRI Jeddah tidak akan terjadi.
Bagaimana harapan dengan sosok wakil rakyat di masa depan?
Wakil rakyat itu haruslah memiliki iman yang kuat. Iman merupakan hal yang sangat penting. Bila seseorang memiliki iman yang baik, yakinlah dia adalah sosok yang baik dan dapat diandalkan. Seseorang yang memiliki iman yang baik pasti tidak akan pernah melakukan tindak kejahatan. Dan jika para wakil rakyat itu memiliki keimanan yang kuat, maka mereka akan menjadi contoh bagi setiap rakyat Indonesia dalam berbuat kebaikan. Selain itu, jiwa adil patut dimilik seorang wakil rakyat. Mereka haruslah menyelesaikan setiap masalah dengan cara yang adil. Bagaimana jika para wakil rakyat itu tidak dapat bersikap adil? Bisa saja keputusan mereka malah membuat semua rakyat semakin tidak sejahtera. Maka dari itu mereka harus mengambil keputusan yang bukan hanya menguntungkan satu pihak, melainkan menguntungkan semua pihak. Bijaksana merupakan kriteria selanjutnya ditambah memiliki intelektual yang tinggi. Ini modal penting bagi dirinya selain mampu menjaga amanah.(era/red)
Bisnis4 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan3 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Pemerintahan3 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Tangerang Selatan3 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026

















