Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun berharap Pemerintah Indonesia tidak kehilangan momentum menjelang penutupan penerimaan amnesti pajak tahap kedua pada 31 Desember 2016.
“Penerimaan amnesti pajak, pada periode pertama disambut luar biasa. Jangan menjelang penutupan periode kedua ini sampai terlewat. Harus dijaga dengan baik,” kata Mukhammad Misbakhun, di sela kegiatan sosial Forum Alumni STAN Prodip (Faspro) di Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu, (18/12)..
Misbakhun juga mengapresiasi upaya Pemerintah yang selama ini turun langsung mensosialisasikan amnesti pajak, baik di internal ataupun eksternal Pemerintah hingga ke daerah.
Bahkan Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, kata dia, mensosialisasikan secara langsung, berbicara dan mengingatkan kepada pengusaha untuk mengikuti amnesti pajak.
Politisi Partai Golkar itu tidak menampik adanya pengenduran semangat masyarakat dalam mengikuti amnesti pajak pada periode kedua ini.
Namun, katanya, upaya Pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang saat ini terus mendorong dan memperbaiki kondisi penerimaan pajak dalam amnesti pajak ini diyakini dapat memperbaiki situasi.
“Periode kedua mengendur, tapi Pemerintahakan memperbaiki kondisi ini. Saya hargai upaya tersebut,” tuturnya.
Misbakhun tetap optimistis melalui amnesti pajak maka basis pajak dapat diperbaiki dan diperluas, sehingga terbentuk database yang lebih baik yang dapat menjadi data baru dalam periode mendatang. (rls)
Pemerintahan3 hari agoIdulfitri 1447 Hijriah, Pilar Saga Ichsan Tekankan Pentingnya Ukhuwah untuk Membangun Tangsel
Jabodetabek7 hari agoAmankan Gedung SMA & SMK Triguna Utama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selamatkan Aset Negara
Hukum6 hari agoMiris! Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Pengurus DKM di Ciputat Timur
Pemerintahan6 hari agoGubernur Banten Tinjau Pelayanan RSU Kota Tangsel, Benyamin Davnie Pastikan Kualitas Layanan Terus Ditingkatkan
Pemerintahan4 hari agoIdulfitri 1447 H, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Silaturahmi dan Ukhuwah










