Lifestyle
Katanya, Tomat Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria, Benarkah?

Kasus sulit hamil tidak hanya karena pihak wanita yang tidak subur. Masalah kesuburan pria juga bisa menurunkan peluang kehamilan. Entah itu karena kuantitas atau kualitas sperma yang kurang. Atau bisa juga akibat kemampuan gerak sperma tidak baik, sehingga tak dapat mencapai sel telur. Ada banyak makanan yang digadang-gadang mampu meningkatkan kesuburan pria, salah satunya tomat. Namun, apa benar tomat dapat membuat pria lebih subur?
Tomat membantu meningkatkan kesuburan pria
Bukan sekadar isapan jempol belaka, tomat nyatanya dapat membuat pria lebih subur. Hal ini dibuktikan dalam laporan yang diterbitkan oleh Klinik Cleveland di Ohio menyebutkan bahwa kandungan di dalam tomat dapat memengaruhi kesuburan pria.
Kandungan yang dianggap dapat meningkatkan kesuburan pria dalam tomat adalah likopen, yaitu salah satu zat pembentuk karotenoid. Ini adalah antioksidan yang memberi warna cerah pada tomat.
Antioksidan ini dapat menangkal radikal bebas yang biasanya terbentuk dari konsumsi makanan tidak sehat. Lama-kelamaan, makanan tidak sehat, penuh lemak dan kalori ini dapat menurunkan kualitas sperma.
Dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa likopen dalam tomat dapat meningkatkan jumlah meningkatkan jumlah sperma hingga 70 persen.
Ketika likopen masuk ke dalam tubuh, tubuh akan menyerap 20-30 persen dari total likopen yang masuk. Likopen tersebut akan disebar ke beberapa bagian tubuh. Salah satu bagian yang paling banyak mendapat likopen adalah testis, tempat di mana sperma diproduksi.
Tak hanya jumlah, kualitas sperma juga lebih baik
Sperma yang berkualitas akan dilihat dari tiga faktor penting, yaitu jumlah sperma, bentuk dan gerakannya. Jika ada satu salah satu faktor yang kurang baik, misalnya gerakan sperma kurang lincah dan cepat, maka pria akan berisiko tidak subur bahkan mandul.
Likopen dalam tomat sudah terbukti dapat meningkatkan jumlah sperma. Penelitian lain yang dilakukan di Universitas Sheffield Inggris membuktikan bahwa likopen benar-benar bisa membantu meningkatkan kualitas sperma dan mengurangi kerusakan DNA sehingga meningkatkan jumlah sperma matang. Oleh karena itu, tomat dipercaya dapat meningkatkan kesuburan pria.
Dalam penelitian tersebut peserta yang terdiri dari pria yang berusia 18-30 tahun, diberikan suplemen likopen setiap hari. Kemudian, di akhir penelitian diketahui bahwa pria yang minum suplemen likopen memiliki kualitas dan kuantitas sperma lebih baik.
Selain itu, terbukti juga bahwa sperma pada pria yang mengonsumsi likopen, lebih cepat bergerak dan gesit, sehingga dapat meningkatkan peluang pembuahan.
Lalu, haruskah saya minum suplemen alih-alih makan tomat?
Sebenarnya, supaya meningkatkan kesuburan, Anda tak perlu mengonsumsi suplemen yang berbagai macam. Jika Anda bisa memenuhi kebutuhan nutrisi melalui makanan, maka suplemen adalah pilihan terakhir.
Pasalnya, makanan adalah sumber nutrisi terbaik ketimbang suplemen. Selain dari tomat, ada banyak makanan lain yang mengandung likopen tinggi. Berikut adalah contoh makanan dengan likopen tinggi dalam porsi 100 gram:
- Jambu biji: 5,2 mg
- Semangka: 4,5 mg
- Pepaya: 1,8 mg
Selain mengonsumsi makanan yang tinggi likopen, penerapan gaya hidup sehat juga menjadi kunci dalam meningkatkan kesuburan pria. Jadi, pastikan bahwa Anda melakukan kebiasaan sehat lainnya, ya.
Kabartangsel.com
Sport5 hari agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Sport5 hari agoGagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 GP Amerika 2026
Nasional5 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat
Sport5 hari agoHasil Moto3 Amerika 2026 Guido Pini Juara, Veda Ega Pratama Gagal Finis
Pemerintahan3 hari agoApel dan Halalbihalal, Benyamin Davnie Tekankan Kebersihan Lingkungan hingga Efisiensi Anggaran di Tangsel
Bisnis5 hari agoASICS Rilis Sepatu Canggih SONICSMASH™ FF
Otomotif4 hari agoMobil Listrik Terbaik di Indonesia 2026: Tesla Model 3, Hyundai Ioniq 5, Hingga ICAR V23
Internasional3 hari agoPraka Farizal Rhomadhon Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Gugur di Lebanon

























