Connect with us

Opini

Kekuatan Tawakkal [Mimbar Jum’at, Ust. @verimuhlis]

Oleh: H.Veri Muhlis Arifuzzaman, S.Ag., M.Si

(Ketua Perhimpunan Menata Tangsel dan Alumni Pondok Pesantren Daar el-Qalam)

Dalam hidup, kita tidak bisa menghindar dari rasa cemas yang tersembunyi di balik harapan. Cemas yang datang tiba-tiba, tak terdeteksi asal muasalnya. Suatu waktu keyakinan kita meningkat, di waktu lain kecemasan kita berdegup kencang. Kita bahkan sering terjebak dalam situasi “harap-harap cemas”. Situasi yang menggetarkan langkah kita karena getir yang melipir.

Dalam situasi demikian, kita perlu bersandar pada sesuatu yang kokoh (al-shamad), yang ultimate, sebagai tempat perlidungan kita. Tujuannya, agar hati kita lebih mantap, tak goyah oleh sesuatu apa pun. Sebab, kecemasan tak bisa dihilangkan kecuali dengan dua cara: mengetahui ujung harapan sebelum benar-benar terjadi atau mewakilkan harapan itu pada Tuhan (tawakkal).

Advertisement

Cara pertama sulit dilakukan karena pengetahuan kita serba terbatas. Kita susah memastikan akhir dari sebuah harapan. Yang bisa kita lakukan hanyalah perkiraan  dengan mengukur sebab-sebab keberhasilan. Tak ada orang yang tahu persis suatu kejadian sebelum kejadian itu benar-benar terjadi. Karenanya, cara kedua lebih memungkinkan dan seharusnya kita lakukan.

Tawakkal sederhananya mewakilkan atau menyerahkan suatu urusan pada Tuhan. Ibn Rajab al-Hambali menyatakan, “tawakkal adalah bersandarnya hati dengan sebenarnya kepada Allah dalam memperoleh kemashlahatan dan menolak bahaya, baik urusan dunia maupun akhirat secara keseluruhan.” Ada juga pandangan Hasan al-Bashri ketika ditanya tentang tawakkal, beliau menjawab, “ridla kepada Allah”.

Intinya, tawakkal merupakan sikap di mana kita menaruh kepercayaan penuh pada Tuhan serta bersikap rela atas semua kehendak dan keputusan-Nya (rȃdliyah mardhiyyah). Menaruh kepercayaan pada Tuhan sama halnya dengan memasrahkan semua hal kepada-Nya. Sebesar apa pun harapan yang kita punya, senantiasa kita percayakan pada Tuhan. Hanya Tuhan satu-satunya tempat bersandar yang paling kokoh dan perkasa.

Akan tetapi, apakah hal demikian tidak membuat kita jatuh ke lubang fatalisme? Sama sekali tidak, karena tawakkal berbeda dengan sikap putus asa. Yakni, putus asa yang menghilangkan sisi kebebasan manusia untuk menghindar dari kejadian terburuk dalam hidupnya.

Advertisement

Tawakkal dilakukan tatkala seseorang ber-ʻazm (berencana dengan matang) untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam perencanaan itu ada tekad bulat, kesungguhan disertai kesiapan lahir maupun batin. Orang yang ber-ʻazm berarti orang yang punya komitmen diri untuk wujudkan harapan atau cita-cita di masa akan datang.

Ketika sudah ber-ʻazm, seseorang tidak mungkin lagi duduk terdiam saja. Ia akan sungguh-sungguh berusaha sekuat tenaga mewujudkannya. Ia senantiasa gelisah selama harapan dan cita-cita tersebut belum terwujud. Seluruh tenaga dan pikiran dicurahkan pada satu tujuan utama yang tak mungkin dipertukarkan dengan tujuan lain.

Nah, ketika sudah ber-ʻazm hendaknya kita bertawakkal pada Allah. Tujuannya, agar sebab atau syarat keberhasilan yang kita usahakan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ini sebagaimana diserukan al-Qur’an bahwa, “… kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad (berazam), maka ber-tawakkal-lah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal,” (QS. Ali Imran: 159).

Kalau pun hasilnya nanti tidak sesuai harapan, kita tidak akan terlalu kecewa juga tidak terlalu sedih apalagi sampai berputus asa. Sebab, kita sudah menyerahkan kesimpulan usaha kita pada Tuhan. Kita telah menaruh kepercayaan pada-Nya sehingga apa pun hasilnya tetap kita terima. Seandainya mencapai hasil, kita juga tidak membanggakan diri karena kita sadar bahwa itu bukan satu-satunya hasil usaha kita.

Advertisement

Dengan tawakkal kita mampu bersikap profesional dan proporsional. Kita menjadi tahu di mana tugas dan wilayah kita dan di mana otoritas kekuasaan Tuhan. Artinya, sebenarnya kita ditugaskan untuk mengerjakan sebagian saja dari suatu harapan dan menyerahkan sisanya pada Tuhan. Tugas utama kita hanyalah berusaha, sementara hasil bukan urusan. Hasil biarlah Tuhan yang menentukan.

Secara psikologis, orang bertawakkal lebih siap dan lebih tenang menghadapi pekerjaan. Alasannya, ia tahu bagaimana melalui sebuah tantangan. Keyakinannya kadang mencapai puncak saat keadaaan menunjukkan tanda-tanda kegagalan. Kekuatan bawah sadarnya melampaui prediksi akal sehat di luar dugaan.

Selain itu, orang tawakkal lebih happy dengan pekerjaannya. Setiap proses ia nikmati karena diniatkan sebagai wujud pengabdian pada Tuhan. Baginya, bekerja bukan sekedar tuntutan hidup melainkan juga panggilan keyakinan, panggilan ibadah. Bekerja ia pahami sebagai persembahan lahir pada Tuhan selain ritual shalat, dzikir, puasa, dan lain-lain.

Faktor psikologis itu menjadikan orang tawakkal lebih dekat dengan keberhasilan. Dengan faktor itu pula kita bisa memahami maksud ayat al-Qur’an bahwa ““…dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya” (QS. At-Tholȃq: 3).

Advertisement
Banten7 jam ago

80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten

Pemerintahan8 jam ago

Pascaledakan Ruko Pasar Cimanggis, PIlar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Pedagang

Pemerintahan1 hari ago

Pilar Saga Ichsan Resmikan Pos Gizi di Lengkong Gudang, Tangsel Perkuat Pencegahan Stunting

Pemerintahan1 hari ago

Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dinas SDABMBK Tangsel Tangani Dua Titik Beton Rusak

Nasional3 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport3 hari ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport3 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport4 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport4 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport4 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport4 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport4 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional5 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional5 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional6 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport1 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport3 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport3 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport2 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional3 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Pemerintahan3 minggu ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Sport1 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Nasional3 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport2 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Pemerintahan3 minggu ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan3 minggu ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Sport3 minggu ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan3 minggu ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport1 minggu ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Tangerang Selatan3 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan3 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Otomotif3 minggu ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Pemerintahan3 minggu ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Populer