Connect with us

DPRD Tangsel

Lamban Bentuk Alat kelengkapan Dewan (AKD), Politisi Hanura Kritik Golkar Tangsel

Lambannya proses pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai kritikan dari sesama rekan sejawat. Karena hingga kini tinggal Partai Golkar yang belum merampungkan, dan ini berimplikasi pada semakin mandegnya program pembangunan yang telah dicanangkan lembaga eksekutif tersebut.

“Sangat disesalkan. Golkar sebagai partai tua, harusnya bisa memberikan contoh baik. Partai yang semestinya menjadi acuan bagi parpol lain,” ujar Saleh Asnawi, politisi asal Partai Hanura kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Tangsel, Senin (1/9).

Dewan yang diajukan Partai Hanura untuk mengisi jatah Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel periode ini mengaku heran. Saleh menilai pengurus Golkar di Kota Tangsel cenderung lamban bekerja membentuk AKD.

Advertisement

Menurutnya, di daerah lain pasca pelantikan DPRD, Partai Golkar tak bertele-tele dalam menentukkan usulan calon pimpinan dan fraksinya. Tapi di Kota Tangsel, Golkar tak seperti di kebanyakan daerah lain.

“Saya lihat di daerah lain tidak (lamban), kecuali Tangsel,” ujar politisi yang melenggang lewat daerah pemilihan (Dapil) Serpong-Setu. Memang, lanjut Saleh, usulan calon pimpinan dan fraksi itu merupakan ranah internal Partai Golkar. Ia tak begitu tahu dan tak mau lebih dalam mencampuri dapur partai yang kini DPD Tangsel diketuai Airin Rachmi Diany.

Namun menurut Saleh, semestinya Setwan dan kader Golkar yang ada di Dewan Kota Tangsel ikut memperjuangkan pembentukan pimpinan dan fraksi ini. “Selama ini, saya paling komunikasi sama Pak Syihabudin (ketua dewan sementara asal Golkar). Tapi pada dasarnya, mereka juga tidak memiliki legitimasi untuk mendesak partainya,” papar Asnawi.

Sebelumnya, Sekretaris DPD II Partai Golkar, Abdul Rasyid, membantah terkait adanya isu penunjukan Moch Ramlie sebagai Ketua definitif DPRD Kota Tangsel, DPD II Partai Golkar. Golkar beralasan nama calon ketua defenitif DPRD belum diterimanya.

Advertisement

“Oleh kami, DPD II Partai Golkar belum sama sekali menerima nama siapa yang akan menempati posisi kepemimpinan DPRD Kota Tangsel, dari DPD tingkat I atau Provinsi, maupun dari DPP,” ungkap Rasyid.

Rasyid membantah, bila beberapa hari ini nama Moch Ramlie sudah sah yang akan menjabat sebagai Ketua definitif DPRD Tangsel.

“Mungkin di DPD I atau provinsi sudah. Tapi sekali lagi, nama tersebut memang dicalonkan, namun surat mengenai hasilnya, belum turun kepada kami,” katanya kembali.

Memang sebelumnya, kata dia, DPD II Partai Golkar sudah mengusulkan empat nama kepada DPP. Mereka adalah Syihabuddin, Sukarya, Moch Ramlie, dan Abdul Rasyid. Namun dari keempat nama yang dicalonkan, DPD II belum menerima hasil dari nama-nama yang dicalonkan tersebut.

Advertisement

Untuk itu, Rasyid mengaku pihaknya terus melakukan komunikasi kepada DPP dan DPD I untuk segera mengeluarkan hasilnya. “Kami sudah mendesak agar Kota Tangsel segera didahulukan. Diusahakan minggu ini sudah keluar namanya,” ungkapnya. (kb/kt).

Photo: Saleh Asnawi (korantangsel)

Advertisement

Populer