Meski diselimuti duka, namun istri dan kedua anak almarhum terlihat tegar saat prosesi pemakaman. Sesekali Serma Eka yang mengenakan kerudung dan baju putih itu mengusap air matanya. Begitu juga kedua anaknya, sembari memegangi foto ayahnya.
Inspektur Upacara Kolonel Zainal Arifin Pohan mengatakan, almarhum menumpang pesawat Hercules C-130 dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada 30 Juni 2015 lalu. Rencananya, almarhum menuju Pangkalan Udara (Lanud) Ranai, Kepulauan Riau.
“Di sana almarhum rencananya dalam rangka tugas sebagai Kasubsi Perbekalan di Lanud Ranai,” jelas Zainal usai upacara pemakaman, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (2/7/2015).
Menurut Zainal, semasa hidupnya almarhum dikenal baik dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. “Sangat baik, dikenal berdisiplin tinggi. Kami sangat kehilangan beliau,” pungkas Zainal.
Pesawat Hercules C-130 dengan nomor ekor A-1310 jatuh dengan posisi terbalik di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa 30 Juni kemarin sekitar pukul 11.50 WIB. Pesawat tersebut lepas landas dari Pangkalan Udara Suwondo, Medan, sekitar pukul 11.48 WIB.
Pesawat keluaran 1960-an itu hendak menuju Kepulauan Natuna untuk menjalankan misi Penerbangan Angkutan Udara Militer (PAUM), yakni pengiriman logistik.
Burung besi yang dipiloti Kapten Pnb Sandy Permana itu sempat menghubungi menara Air Traffic Control (ATC) 2 menit usai take off dan menginformasikan telah terjadi kerusakan.
Saat itu, pilot Hercules juga meminta return to base (RTB) atau kembali ke Lanud Suwondo. Belum sempat dibalas, ATC sudah kehilangan kontak. Pesawat kemudian diketahui jatuh di Jalan Jamin Ginting. (rmn/l6/tbn/kt)















