Manfaat Protein Whey untuk Anak saat Puasa

By on Sabtu, 6 Juni 2020

Konsumsi protein sebaiknya tak terlewatkan saat sahur maupun berbuka puasa. Menyertakan menu berprotein tinggi bisa mendukung puasa anak tetap lancar. Protein dapat membantu si kecil untuk memulai hari di bulan puasa agar lebih bersemangat. Di dalam tubuh, manfaat protein untuk anak saat puasa penting bagi penguatan sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. Termasuk jenis protein whey yang memegang peranan dalam meningkatkan kesehatan anak saat puasa.

Anak membutuhkan protein whey agar ia tetap aktif berkegiatan selama Ramadan. Untuk Ibu, yuk, ketahui pentingnya protein untuk anak saat puasa.

Pentingnya konsumsi protein whey untuk anak saat puasa

protein untuk anak saat puasa

Jika anak gemar mengonsumsi produk olahan susu, jenis kandungan protein yang sering ditemui adalah whey. Protein ini mengandung asam amino esensial dalam jumlah besar yang memberikan manfaat bagi tubuh anak. Asam amino esensial, seperti triptofan dan glutathione di dalam protein whey, memiliki peran penting dalam menguatkan mendukung ketahanan anak secara fisik dan meningkatkan daya tahan tubuhnya mencegah infeksi penyakit.

Asupan protein whey baik dikonsumsi untuk menunjang kesehatan anak secara keseluruhan saat puasa. Ada beragam manfaat spesifik lainnya yang diketahui dari konsumsi protein whey untuk mendukung kebugaran anak saat puasa.

1. Meningkatkan kekuatan fisik

Kesehatan pencernaan anak

Kesehatan pencernaan anak

Saat puasa, anak butuh protein untuk mendukung kesehatannya secara keseluruhan. Protein whey dengan kandungan asam amino esensial di dalamnya dapat meningkatkan performa atletik atau fisik anak. Ketika anak sehat secara fisik, maka ia lebih bersemangat dalam berkegiatan sehari-hari, mulai dari belajar, membantu orangtua bebenah rumah, ataupun bermain.

Perlu Ibu ketahui, protein whey mengandung asam amino esensial. Asam amino esensial tidak dapat diproduksi tubuh, tetapi bisa didapatkan dari produk olahan susu. Secara umum, asam amino esensial berperan penting dalam perkembangan dan perbaikan jaringan otot. Asam amino esensial memiliki fungsi penting untuk tubuh secara keseluruhan, seperti pada sistem saraf, sistem reproduksi, sistem imun, serta sistem pencernaan. 

Asam amino dalam protein whey mendukung pembentukan otot pada anak, serta membantu menurunkan kadar lemak di dalam tubuhnya. Otot ini digunakan untuk membantu tubuh tetap aktif bergerak dan membantu memompa aliran darah ke seluruh tubuh.

Protein whey dapat membantu stamina anak tetap terjaga kapan saja. Di saat puasa, anak mungkin tak terlalu banyak beraktivitas fisik seperti hari-hari biasanya. Konsumsi protein whey berperan dukung aktivitas fisiknya. Bagaimanapun saat atau di luar bulan Ramadan, anak tetap dianjurkan untuk aktif bergerak setidaknya 60 menit setiap hari, seperti jalan kaki di sore hari, membantu ibu membersihkan rumah, ataupun menyiapkan sajian buka puasa.

2. Memperbaiki kualitas tidur anak saat puasa

anak perlu tidur siang

anak perlu tidur siang

Protein whey bermanfaat untuk memperbaiki kualitas tidur dan suasana hati anak terutama saat puasa. Triptofan, salah satu asam amino esensial di dalam protein whey dapat meningkatkan produksi serotonin di dalam tubuh anak. Zat kimia tersebut berperan penting dalam memperbaiki kualitas tidur anak.

Ketika tidur, tubuh mengeluarkan protein sitokin yang berperan memerangi infeksi dan peradangan penyebab penyakit. Misalnya, flu, demam, dan batuk. Sistem imun dapat bekerja lebih optimal ketika anak tidur nyenyak. Ibu, penting untuk menjaga anak tetap tidur nyenyak di malam hari sehingga ia bisa bangun saat sahur.

Dengan begitu, anak jadi lebih sehat dan tidak mudah sakit saat puasa karena sistem imun didukung kualitas tidur yang baik.

3. Meningkatkan daya tahan tubuh

kesehatan anak

kesehatan anak

Protein whey juga bermanfaat untuk mencegah anak dari infeksi penyakit selama puasa. Lantas bagaimana kerja protein whey dalam melindungi tubuh anak? 

Sistein, salah satu asam amino esensial yang terdapat di dalam protein whey dapat mendukung sistem imun anak. Di dalam tubuh, sistem imun meningkatkan pelepasan glutathione, yakni senyawa antioksidan alami di dalam tubuh. Glutathione membantu tubuh dalam mengurangi risiko infeksi dengan mendukung respons sistem imun dalam melawan penyakit secara umum. 

Penyakit yang kerap mengintai saat puasa adalah gangguan pencernaan. Kandungan prebiotik di dalam protein whey turut mendukung daya tahan tubuh anak dengan mendukung  pencernaan anak tetap sehat. Prebiotik yang masuk ke dalam tubuh dapat merawat kesehatan usus dan menyehatkan bakteri baik di usus, sehingga membantu sistem pencernaan anak tetap lancar saat puasa.

Selain mendukung sistem pencernaan sehat, protein whey dapat mencegah anak dari kekambuhan gangguan sistem pernapasan. Disebutkan dalam International Journal of Food Science and Nutrition, pemberian 10 gram protein whey dua kali dalam sehari selama sebulan penuh dapat menurunkan gejala asma, serta meningkatkan sistem imun.

Dengan begitu, konsumsi protein whey dapat menguatkan daya tahan tubuh anak saat puasa. Ketika anak sehat, tentu ibadah puasanya pun jadi lancar.

Kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi protein whey?

protein untuk anak saat puasa

protein untuk anak saat puasa

Ibu telah mengetahui manfaat baik protein whey untuk anak saat puasa. Protein whey biasanya terdapat di dalam susu, lebih baik dikonsumsi setelah berbuka puasa, di malam hari sebelum tidur. Mengapa? 

Protein whey yang dikonsumsi di malam hari lebih mudah diserap tubuh. Selain itu, protein whey juga mendukung tidur anak jadi lebih nyenyak. Efek ini berdampak pada peningkatan sistem imunnya dalam menangkal risiko infeksi penyakit.

Dengan demikian, anak lebih siap menjalankan aktivitasnya karena kesehatannya pun terlindungi dan bisa lebih semangat dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Featured image: https://www.shutterstock.com/image-photo/asian-thai-kid-cute-girl-age-711921793

Kabartangsel.com

Source


error: Terimakasih