Pemerintahan
Mathoda: Ada Sekitar 30 Orang Kepsek SD di Tangsel yang Pensiun di Tahun Ini

Perombakan struktural organisasi pada level pimpinan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dipastikan bakal dilakukan dalam waktu dekat.
Kondisi ini membuat Dinas Pendidikan setempat mesti berpikir keras untuk menunjuk dan mengangkat seorang aparatur daerah yang tepat serta layak.
“Ada sekitar 30 orang kepsek (kepala sekolah) yang pensiun di tahun ini,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Mathodah S kepada wartawan ditemui di Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong.
Menurutnya, kondisi ini membuat Dinas Pendidikan harus menempuh kebijakan melakukan penjaringan. Sebab sudah semakin banyak Kepala SDN yang ada di Kota Tangsel akan dan telah pensiun atau purna bhakti. Tentunya perlu diangkat kembali kepala sekolah yang baru.
“Itu sebenarnya kami tahan dulu, tunggu ada aturan merger atau penggabungan SD negeri,” terang Mathodah. Meski begitu, bila sudah jatuh pada masa pensiun maka Dinas Pendidikan hanya bisa mencarikan pelaksana tugas (Plt) Kepsek.
Pejabat ini akan ditugaskan pada masing-masing sekolah yang pimpinannya sudah memasuki masa pensiun. Kemudian juga akan dilaksanakan merger atau penggabungan managemen sekolahnya.
“Sebenarnya sudah dilaksanakan sebagian. Dari 208 sekolah, sudah dimarger 43. Sehingga sisa 143 sekolah dasar negeri yang ada di Kota Tangsel,” jelasnya.
Perihal untuk mengesahkan merger sekolah ini, Mathodah mengaku, hingga kini pihaknya masih harus menunggu diterbitkannya Peraturan Walikota (Perwal) terlebih dulu. Dia pun berharap, Perwal tersebut akan keluar sebelum Oktober agar semuanya bisa rampung.
Dinas Pendidikan pun kini sedang menggodok kursi pimpinan di 143 SDN. Demi mempersiapkan persoalan ini secara matang dan tepat sasaran, pihaknya sudah melakukan tes dan seleksi bagi para calon kepsek pada awal tahun ini.
“Syaratnya itu dia harus lulus tes Kepsek, kemudian mengabdi sebagai guru lebih dari 10 tahun, dan beberapa syarat lainnya menjadi Kepsek,” terang Mathodah.
Sementara, saat ditanya apakah akan ada rencana mutasi Kepsek di tingkat SMP dan SMA, Mathodah mengaku belum akan melakukannya. Dia beralasan, kebijakan mutasi atau pengangkatan Kepsek ditingkat sekolah menengah itu, sudah pernah dilakukan pada tahun lalu.
“Tapi kalaupun dikemudian hari kebijakan itu dianggap perlu dan sesuai dengan Permendiknas, maka akan dilakukan,” katanya. Lalu, bagaimana dengan Kepsek SMA yang disinyalir melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap calon siswanya?
Mathodah mengaku masih terus menyelidiki. Kalaupun dugaan di salah satu SMA negeri itu dilakukan pada tahun ajaran 2014, ia sudah menginstruksikan pihak sekolah untuk segera mengembalikan uang pelicin
“Sudah saya perintahkan pengembalian uang tersebut. Jangan sampai terulang kembali,” pungkasnya.(yud/k6))
Jabodetabek6 hari agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Nasional7 hari agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Jabodetabek6 hari agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Pemerintahan7 hari agoSekda Tangsel Bambang Noertjahjo Lepas 357 Atlet untuk POPDA XII dan PEPARPEDA IX Banten 2026
Pemerintahan6 hari agoLomba Inovasi TTG ke-14 Tingkat Kota Tangsel 2026, Unpam dan SMAN 1 Tangsel Raih Juara Pertama
Hukum7 hari agoSatlantas Polres Tangsel Lakukan Penyisiran Ranjau Paku di Sepanjang Jalan Boulevard BSD
Pemerintahan6 hari agoPRA SPMB 2026 Dibuka, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota SMP Negeri





















