Connect with us

Lifestyle

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Sebagian besar ibu hamil mengalami masa-masa ketika kesulitan untuk tidur, bahkan mungkin mengalaminya di setiap trimester kehamilan. Oleh sebab itu, terdapat beberapa cara untuk membantu ibu hamil agar bisa mendapat tidur cukup dan salah satunya dengan minum obat. Hanya saja, ibu hamil tidak dapat mengonsumsi obat sembarangan. Lalu, apakah ada obat tidur yang aman untuk ibu hamil?

Memilih obat ibu hamil yang aman dan sesuai penyebabnya

Solusi pertama untuk mengatasi masalah tidur saat hamil adalah mengubah gaya hidup untuk membantu tidur dan untuk menghindari obat-obatan. Namun apabila ibu sudah memasuki kondisi parah dan sangat sulit untuk tidur, beberapa obat tidur dapat digunakan dengan hati-hati.

Perhatian tetap perlu dilakukan karena sebagian besar obat tidur belum melalui uji coba pada wanita dengan skala besar apalagi pada ibu hamil. Meskipun begitu, beberapa hasil uji coba dan penelitian yang telah dilakukan pada hewan dapat memberi sejumlah aturan dalam keamanan obat untuk ibu hamil.

Advertisement

Kategori obat untuk ibu hamil

Obat dikategorikan dengan tingkat keamanannya untuk ibu hamil. Berikut klasifikasi efek dari obat untuk ibu hamil:

  • Kategori A: Penelitian yang memadai dan terkontrol telah dilakukan dan tidak menunjukkan risiko pada janin pada trimester awal kehamilan (tapi tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).
  • Kategori B: Telah diuji oleh penelitian dengan subjek hewan dan tidak menunjukkan risiko pada janin, tetapi belum dilakukan uji coba pada ibu hamil.
  • Kategori C: Dari studi pada hewan, obat menunjukkan efek merugikan pada janin dan tidak ada studi yang dilakukan pada manusia. Namun, obat berpotensi memberikan manfaat pada ibu hamil meski terdapat potensi risiko.
  • Kategori D: Terdapat bukti yang menunjukkan obat dapat menimbulkan reaksi merugikan pada janin berdasarkan data dari investigasi atau studi pada ibu hamil. Namun, obat masih berpotensi memberikan manfaat pada ibu hamil tapi dengan potensi risiko.
  • Kategori X: Penelitian pada hewan dan manusia menunjukan kelainan dan/atau berisiko pada janin. Risiko dari penggunaan obat di kategori ini lebih tinggi dibandingkan potensi manfaat yang didapat.

Obat yang aman untuk membantu ibu hamil tidur

Mengacu pada kategori di atas, obat tidur untuk ibu hamil yang aman dapat dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Penyebab ibu hamil mengalami gangguan tidur, termasuk insomnia, RLS (Restless Leg Syndrome), narkolepsi, dan parasomnia.

Tingkat keamanan obat tidur menurun dari kategori A ke B dan seterusnya. Obat tidur untuk ibu hamil berdasarkan penyebabnya di antaranya:

1. Antihistamines diphenhydramine dan doxylamine

Kedua obat tersebut mudah didapat dan aman digunakan untuk membantu ibu hamil lebih mudah tidur. Bahkan obat tersebut aman digunakan secara berkelanjutan, tetapi tetap dengan pengawasan dokter kandungan.

Namun, terdapat satu syarat dalam penggunaan obat tidur diphenhydramine dan doxylamine. Diphenhydramine, tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan temazepan (sejenis obat tidur lain) karena kombinasi keduanya dapat berhubungan dengan kematian janin dalam kandungan.

Advertisement

2. Benzodiazepines 

Jika ibu hamil mengalami insomnia atau kesulitan tidur akibat kecemasan, dokter atau ahli medis mungkin merekomendasikan jenis obat tidur yang menggunakan preskripsi seperti benzodiazepines. Hanya saja, Anda dan dokter perlu mempertimbangkan tingkat risiko dan manfaat yang mungkin terjadi.

 Beberapa jenis obat tidur yang termasuk benzodiazepines seperti:

  • Temazepam
  • Estazolam
  • Flurazepam
  • Quazepam
  • Triazolam

3. Barbiturat

Obat tidur untuk ibu hamil yang termasuk dalam jenis barbiturat di antaranya:

  • Amobarbital
  • Pentobarbital
  • Secobarbital

Meskipun hasil penelitian dari obat tersebut terbatas, terdapat laporan mengenai pengguna amobarbital mengalami cacat lahir pada ibu yang meminum obat ini di trimester pertama. Ditambah lagi, mengonsumsi obat jenis barbiturat saat mendekati waktu persalinan dapat memberikan efek seperti obat penenang pada bayi yang baru lahir dan dapat berlangsung selama beberapa hari.

Sebagian besar ibu hamil sering mengalami kesulitan untuk tidur dan hal ini wajar mengingat hamil merupakan proses yang tidak mudah. Jika ibu hamil ingin mengonsumsi obat tidur, sebaiknya selalu berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Populer