Opini
Menanti PCNU Tangsel Berpolitik Luhur (High Politic)

Oleh: Sonny Majid*
NAHDLATUL Ulama, siapa yang tidak tahu? Organisasi agama berbasis massa tradisional dan ulama moderat merupakan sebuah gejala unik. Keunikan NU tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi seantero dunia, khususnya bagi negara-negara berpenduduk Muslim.
Organisasi yang strukturnya mengakar sampai ke kampung-kampung ini, memiliki pengikut yang besar jumlahnya. Belum termasuk pengikut disebut dengan jam’iyyah nahdliyyin yang terikat dengan kultur budaya, serta kesetiaan pada manhaj (cara pandang/berfikir) Ahlussunnah Wal Jamaah (aswaja).
Kini, NU menemui tantangan baru. Dimana perkembangan zaman terus berubah yang akhirnya menuntut “kecanggihan” para pengurus organisasinya untuk mengelola sebuah organisasi, terpenting adalah memenuhi kebutuhan jama’ahnya, dengan pondasi “Islam Rahmatan Lil ‘Alamin,” yaitu Islam yang dibangun di atas fundamental kasih sayang. Tidak hanya kepada sesama manusia, bahkan seantero isi alam ini.
Bicara NU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah pasti beda pengelolaan, dengan basic masyarakat yang pedesaan. NU di Tangsel diperhadapkan dengan kondisi kemajemukan dan kultur masyarakat perpaduan tradisional-modernis.
“Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, sangat menekankan pentingnya kejujuran dan kehati-hatian dalam menyatakan pandangan keagamaan. Yang mana diperlukan kearifan untuk memahami sebuah teks dan persoalan keumatan dengan merujuk pada pandangan ulama terdahulu yang sudah diakui keahliannya.”
Dalam waktu dekat ini, PCNU Kota Tangsel akan menggelar konferensi cabang (konfercab) yang menurut aturan organisasi merupakat keputusan tertinggi pengurus setingkat kabupaten/kota. Sebagai masyarakat biasa, yang menganut Aswaja, saya banyak menaruh harapan besar pada kepengurusan PCNU Kota Tangsel ke depan. Kepengurusan NU Tangsel nantinya, sebenarnya sangat berkepentingan dengan visi misi Kota Tangsel “religius.” Sehingga antara PCNU dengan pemerintah daerah dapat bersimbiosis-mutualisme.
Rencana mengumpulkan 1.000 imam musala oleh penggiat NU, patut diacungi jempol, jika memang tujuannya tak lain mengantisipai aliran-aliran anti mazhab. Bukan tujuan mempolitisasi.
Tangsel membutuhkan NU, kenapa demikian? Karena Tangsel bertipologi kota, dimana kedamaian, keharmonisan rasa saling menghormati menjadi penting dalam setiap perjalanan roda pemerintahan dan proses berkehidupan (interaksi sosial masyarakat, Red).
Kalau mengutip keterangan KH. Malik Madaniy, Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bahwa aswaja (Fikrah Nahdliyyah) memiliki beberapa ciri penting. Antara lain: fikrah tawassuthiyyah (pola pikir moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (moderat), fikrah tasamuhiyyah (pola pikir toleran), fikrah ishlahiyyah (pola pikir reformatif). Kemudian fikrah tathawwuriyyah (pola pikir dinamis), fikrah manhajiyyah (pola pikir metodologis).
“NU adalah jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah (organisasi sosial keagamaan), bukan hizbun siyasiyyun (partai politik).”
Oleh karena itu, keterlibatan NU pasca-khittah 1926, tidak lagi pada tataran politik praktis dan kekuasaan. Melainkan pada tataran politik kebangsaan dan kerakyatan, high politics/politik luhur. “Semoga PCNU Tangsel ke depan, berpolitik luhur.”
* Komunitas Muda Nahdliyyin,aktif di Lingkar Kaji Isu-isu Strategis (LaKIS), warga Ciputat.
Twitter: @MajidSonny
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan3 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Pemerintahan3 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku






















