Connect with us

Nasional

Misi Luar Angkasa Italia, Menelusuri Perjalanan Alam Semesta

Kabartangsel.com, JAKARTA – Antariksa adalah infrastruktur amat Iuas tanpa batas, yang kita Iihat setiap harinya dengan segala potensi barunya yang saling berkaitan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem berorientasi tugas untuk melakukan pendekatan antariksa, berdasarkan integrasi berbagai elemen, teknologi dan layanan, baik program terestrial maupun Iuar angkasa.

Evolusi sektor antariksa memiliki karakteristik panting Iainnya: yakni baru saja dimulai. Pada kenyataannya, mulai hari ini hingga sepuluh tahun ke depan, cara pandang akan berubah, seiring dengan tantangan ilmiah dan teknologi baru serta efek potensial positif Iebih Ianjut untuk Italia.

ltalia bertujuan untuk memanfaatkan peluang ini dan mempromosikan, mengembangkan serta menyebarluaskan penelitian ilmiah dalam negeri, yang diterapkan pada bidang antariksa dan pesawat antariksa.

Industri antariksa Italia mempunyai omset tahunan sebesar 1,6 miliar euro, menyediakan sekitar 6.500 lapangan kerja dan merupakan salah satu pendorong pertumbuhan negara.

Advertisement

“Tujuan strategis industri antariksa Italia saat ini, demi pertumbuhan menyeluruh Italia di masa depan adalah mempromosikan pengembangan dan penggunaan infrastruktur, Iayanan, dan aplikasi untuk Ekonomi Antariksa; mempercepat dan mendukung kemajuan ilmiah dan budaya dalam konteks kolaborasi internasional serta meningkatkan reputasi Italia di kancah internasional,” jelas Dr. Carla Giusti kurator pameran ‘Italy: The Beauty of Knowledge saat ditemui di Museum Nasional, Jakarta, Rabu (6/3).

Memperingati 70 tahun hubungan diplomatik bilateral antara Republik Italia dan Republik Indonesia, menghadirkan pameran ‘Italy: The Beauty of Knowledge’ berkonsep paviliun dengan luas 400 meter persegi dan ketinggian 5,5 meter.

Instalasi pameran ini memberikan visualisasi akan perjalanan Italia dalam mengekspresikan keunggulan ilmiah di beberapa sektor yang berbeda salah satunya Space atau Antariksa. Instalasi yang ditampilkan dalam paviliun meliputi pengamatan ruang, studi anatomi, inovasi di bidang instrumen ilmiah, penelitian pertanian-pangan, dan lingkungan.

Untuk tema space, ada beberapa instansi yang ditampilkan yakni Teleskop, COSMO-SkyMed, Peluncur VEGA, dan LISA Pathfinder.

Advertisement

– Teleskop Galileo Galilei

TELESKOP GALILEO GALILEI.(ANDI MARDANA)

Teleskop ini ditemukan di Belanda pada 1608, oleh produsen kacamata Hans Lipperhay atau Lippershay. Namun, Galileo Galilei (1564-1642) memiliki kelebihan karena telah menyempurnakannya secara sempurna, dalam beberapa bulan (antara Maret dan Desember 1609), dari dua atau tiga pembesaran menjadi lebih dari tiga puluh.

Operasi yang benar-benar revolusioner untuk memutar instrumen ke langit terutama disebabkan oleh Galileo. Dari musim panas 1609, sebuah kosmos yang dianggap sebagai katalog, terukur, dan dapat diprediksi dengan sempurna selama berabad-abad berubah menjadi pertanda dari penemuan yang tak terhitung dan tak terbayangkan. Galileo membuka jalan bagi pendekatan baru untuk pengamatan astronomi.

Advertisement

Dibandingkan dengan alat-alat bertingkat yang biasa digunakan sampai saat itu, daripada mengukur posisi saling bersebelahan dari bintang-bintang dan planet-planet di bidang selestial, teleskop Galilea mengikis sifat puting dari benda-benda langit: Bulan berbatu, Bima Sakti yang terbuat dari berjuta bintang, Jupiter dan empat bulan utamanya, Saturnus, Venus dan fase-fasenya, bintik-bintik matahari yang terus berubah dan sebagainya.

“Karena peran yang menentukan secara ilmiah ini, teleskop Galileo dipilih oleh Badan Antariksa Italia (ASI) dan NASA sebagai simbol pada Tahun Astronomi internasional (2009),” jelas Dr. Carla Giusti.

Replika modular di teleskop yang dibuat Galileo di Florence sekitar tahun 1611 untuk Grand Duke Cosimo II de’ Medici diangkut dengan pesawat ulang-alik Atlantis. Selama misi perbaikan STS 125 (dari 11 hingga 24 Mei 2009), yang terakhir dari jenisnya untuk Hubble Space Telescope (HST), langkah pertama dan terakhir di bidang investigasi optik kosmos, idealnya dibandingkan.

Dalam dialog antara Komandan Scott Altman dan astronot Michael Massimino. Replika dibagi menjadi dua panci sekrup khusus untuk tujuan penyimpanan, untuk kemudian dipasang kembali di ruang. Replika itu membuat 197 orbit yang meliputi total 8,5 juta kilometer.

Advertisement

“Setelah menyempurnakannya, Galileo Galilei meresmikan sebuah cabang baru astronomi pengamatan dengan menggunakan teleskop mulai tahun 1609. Tidak Iagi pengukuran posisi, tetapi studi tentang sitat alami dari benda langit,” jelas Dr. Carla Giusti.

– COSMO-SkyMed

COSMO-SkyMed adalah konstelasi empat satelit X-band Synthetic-Apenure Radar (SAR) yang mampu beroperasi setiap saat, haik siang maupun malam, dan dalam kondisi cuaca apapun. “Ini adalah program luar angkasa terbesar yang pernah dilakukan di Italia,” kata Dr. Carla Giusti.

Gambar-gambar radar di beberapa bencana alam paling serius tahun 2008, seperti Topan Nargis di Burma, gempa bumi di Cina dan angin topan Hannah dan Ike di Haiti, telah digunakan oleh PBB dan organisasi kemanusiaan yang membantu populasi yang tertimpa bencana.

Advertisement

Ini hanya beberapa contoh COSMO-SkyMed yang kemampuan operasionalnya luar biasa. COSMO-SkyMed adalah program pengamatan satelit terestrial paling ambisius yang pernah diterapkan oleh Italia untuk pencegahan bencana lingkungan, studi tentang permukaan dan keselamatan Bumi.

COSMO-SkyMed adalah perancang sistem satelit observasi Bumi pertama untuk keperluan ganda, sipil dan militer.

Dijelaskan Dr. Carla Giusti, COSMO-SkyMed merupakan satelit empat ‘mata’ yang mampu memindai Bumi dari meter demi meter, siang dan malam, dengan segala kondisi cuaca. “Untuk membantu meramalkan tanah longsor dan banjir, koordinasikan bantuan jika terjadi gempa bumi dan memantau area krisis dari atas,” jelasnya.

Kekuatan sesungguhnya di COSMD-SkyMed adalah fleksibilitasnya yang luar biasa. Mata radar dapat beroperasi dalam sorotan (memfokuskan pada area beberapa kilometer persegi dan mengamatinya dengan resolusi hingga satu meter), stripmap (mengamati strip kontinu permukaan tanah) atau memindai mode SAR (mencakup wilayah 200 km di sisi). “Waktu respons juga sangat singkat,” ujar Dr. Carla Giusti.

Advertisement

Sistem ini selesai pada 5 November 2010 (6/11 di Italia) dengan peluncuran satelit keempat dan terakhir. Generasi COSMO-SkyMed kedua saat ini sedang dikembangkan.

– Peluncur VEGA

PELUNCUR VEGA.(ANDI MARDANA)

Peluncur berketinggian 30 meter dan berdiameter hanya 3 meter memiliki ketinggian setara dengan bangunan sepuluh lantai. Karena itulah peluncur Italia Vega ini dinamakan “Si Kecil” di keluarga roket Eropa. “Memang ia kecil, tetapi lidak kalah etektif,” kata Dr. Carla Giusti.

Advertisement

Dijelaskan bahwa akses ke ruang angkasa adalah salah satu persyaratan mendasar untuk pembangunan ekonomi suatu negara. Italia memiliki tradisi ilmiah dan industri yang panjang di sektor ini, juga hasil dari kolaborasi antara ASI dan perusahaan AVID, yaitu Sang Peluncur VEGA roket pendorong satu-satunya di dunia. Italia mendanai 65% dari program pengembangannya.

Peluncur VEGA dapat meniamin akses atas ruang angkasa yang mandiri dan berbiaya rendah kepada Eropa, dengan membawa muatan antara 300 dan 1500 kg, pada orbit polar rendah, di ketinggian 700 km. VEGA tingginya sekitar 30 meter (dibandingkan Ariane 5 yang berketinggian Iebih dari 50 meter), dan memiliki bobot peluncuran 128 mm (Ariane 5 berbobot 710 ton).

“VEGA dapat meluncurkan muatan yang Iebih berat dengan mengurangi inklinasi orbit dan mempertahankan ketinggiannya atau mencapai ketinggian yang lebih dengan mengurangi muatannya,” jelas Dr. Carla Giusti.

VEGA terdiri dari tiga tahap berbahan bakar padat untuk mengatasi daya gravitasi, ditambah dengan satu tahapan tenaga penggerak cair, di antara tahap ketiga dan satelit yang akan diluncurkan, yang mengontrol pengaturan peluncur dan lintasan, tahap terakhir pelepasan satelit dan kembalinya tahap terakhir ke atmosfer.

Advertisement

“Ketiga satelit pertama, yang dinamakan P90, Zefiro 23 dan Zefiro 9, memungkinkan peluncur mencapai ketinggian yang diinginkan, sedangkan yang keempat AVUM memiliki tugas untuk meluncurkan muatan,” ujarnya.

– LISA Pathfinder

LISA PATHFINDER.(ANDI MARDANA)

Misi LISA Pathfinder adalah teknologi observasi ruang gelombang gravitasi pendahulu yang dirancang oleh ESA (European Space Agency) sebagai misi utama ketiga dari program ilmiah Cosmic Vision. Tujuan dari misi ini adalah untuk melakukan verifikasi kemungkinan untuk menempatkan masa uji jatuh bebas di ruang antarplanet dengan tingkat ketelitian yang belum pernah dicapai yang diperlukan oleh observatorium gravitasi.

Advertisement

“Hasil ini diperoleh melalui serangkaian teknologi inovatif termasuk antara lain sensor inersia, sistem metrologi laser dan sistem kontrol satelit inelsia melalui sistem micro-thruster,” kata Dr. Carla Giusti.

Berbagai teknologi tersebut lanjut Dr. Carla Giusti adalah dasar dari desain pengamatan antariksa yang paling mutakhir dikenal sebagai LISA (Lisa Interferometer Space Antenna) yang evolusi terbarunya dikenal sebagai eLISA (www.elisascience.org).

Peluncuran LISA Pathfinder dilakukan oleh alat pengangkut VEGA, pada peluncurannya yang keenam dari pelabuhan antariksa Eropa Kourou di Guyana Francis pada 3 Desember 2015 pukul 5.04 waktu Italia.

LISA-PF bertujuan untuk menguji konsep deteksi gelombang gravitasi dari antariksa, menunjukkan bahwa dua massa jatuh bebas dapat dipantau dan diukur dengan presisi tinggi. Kepemimpinan Ilmiah misi ini dipegang oleh Italia dan Jerman.

Advertisement

“Misi LISA-PF adalah bagian dari program Ilmiah ESA, 13% dari program ini adalah sumbangan dari Italia. Negara anggota yang terlibat dalam proyek ini telah menandatangani Multilateral Agreement pada bulan Mei 2005,” terangnya.

Misi LISA Pathfinder sedang menguji teknologi baru yang dibutuhkan untuk mengembangkan detektor gelombang gravitasi berkesinambungan di masa depan. Menemukan gelombang gravitasi frekuensi rendah akan memberikan cara baru untuk melakukan observasi terhadap semesta.

Source

Advertisement
Sport2 jam ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport2 jam ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Sport2 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman

Nasional1 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Terima 3 Tim Mahasiswa UB Termasuk Pembuat Rompi Anti Tantrum

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Pemerintahan1 hari ago

Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap di Vila Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah

Pemerintahan1 hari ago

Komisi Informasi Banten Nilai Inovasi Pemkot Tangsel Semakin Meningkat

Jabodetabek2 hari ago

IPW Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo DPR

Kabupaten Tangerang2 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

BRI Super League 2026/27 Siap Bergulir, I.League Tegaskan Target Tembus 10 Besar Asia

Sport2 hari ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Pemerintahan3 hari ago

DLH Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan

Pemerintahan3 hari ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan3 hari ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan3 hari ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport4 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia U-20: Jadwal, Jam Kick Off, dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Sport4 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 AFC 2027

Sport4 hari ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Banten4 hari ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Pemerintahan3 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan3 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan3 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Nasional4 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Pemerintahan2 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Nasional4 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional4 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan2 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Pemerintahan2 minggu ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Techno2 minggu ago

3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik

Pemerintahan3 minggu ago

Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Generasi Muda Harapan Bangsa

Populer