Nasional
Pelaku Penculikan Bayi di Bone Diamankan, Ternyata Orang Tua Kandung

Kabartangsel.com, MAKASSAR – Terduga pelaku penculikan anak diamankan Anggota Resmob Polda Sulsel bersama Resmob Polres Bone di Perumahan BTP Blok AB Kos NurSyirah, Kelurahan Tamalanrea, Kota Makassar, Jumat (21/12/18) sekira pukul 08.00 Wita.
Ialah Fitri Hendriani (22), dan Ilham Rahman (22). Keduanya merupakan pasangan suami istri yang melakukan penculikan bayi berusia 11 hari di Dusun Baringeng, Desa Mattampa Bulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Kamis (20/12/2018) kemarin.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan bahwa dari informasi yang diperoleh Anggota Resmob Polda bersama Resmob Polres Bone, pelaku berada di Perumahan BTP Blok AB Kos NurSyirah. Kemudian anggota langsung menuju TKP dan mengamankan kedua pelaku.
Hasil interogasi, bahwa kedua pelaku merupakan orang tua kandung dari bayi tersebut. Pelaku mengaku, sebelumnya telah melakukan kesepakatan terhadap orang tua angkat yaitu, pasangan anggota Brimob Bone, Brigpol Rasyid dan Anugerah Nurika.
“Sebelum Lahiran sekitar umur kandungan kurang lebih 8 Bulan, orang tua kandung (pelaku) bersedia menyerahkan anaknya (adopsi) apabila telah lahir. Dengan perjanjian segala biaya persalinan dan biaya perawatan ditanggung oleh orang tua angkat sekitar 8 juta. Serta tidak membatasi untuk bertemu dengan anak nantinya,”ujar Dicky pada keterangan tertulisnya.
Kemudian anak tersebut lahir pada 2 Desember 2018. Sehari setelah anak tersebut lahir, kakak dari orang tua angkat pasangan anggota Brimob Bone, Aulia Nurika datang ke rumah sakit bersalin ST Khadijah, Jalan RA Kartini Makassar, tempat Fitri Hendriani bersalin. Dengan maksud membawakan pakean bayi.
Dua hari berselang, Fitri Hendriani keluar dari rumah sakit bersalin dan kembali ke kos Nur Syirah Perumahan BTP Blok AB. Kemudian Fitri Hendriani dan suaminya kembali ke RS Khadijah. Dimana sebelumnya telah berkomunikasi dengan orang tua angkat untuk bertemu dan menyerahkan anak tersebut beserta biaya yang dijanjikan.
“Setelah seminggu anak diserahkan, orang tua kandung mencoba untuk menghubungi orang tua angkat. Tetapi tidak direspon, sehingga merasa khwatir sebab orang tua angkat juga sempat memberi informasi bahwa si anak meninggal,”lanjutnya.
Namun, kata Dicky, orang tua kandung tidak percaya sehingga memutuskan untuk datang ke Kabupaten Bone untuk memastikan. Sebelum bertemu, orang tua angkat jujur bahwa anak tersebut masih hidup tetapi berat untuk mengembalikan dengan alasan kasihan kepada suaminya.
Tepat pada Rabu 19 Desember 2018, akhirnya orang tua kandung anak datang ke Bone dengan intruksi orng tua angkat, bahwa boleh datang mengambil si anak, dengan catatan ikuti perintahnya bahwa si anak dikembalikan lagi hari minggu tgl 23 Desember 2018.
“Dan orang tua kandung pun menyepakati hal tesebut, mereka sempat bermalam di Bone. Dan orang tua kandung pun datang ke rumah orang tua angkat untuk mengambil anak tersebut secara baik-baik, setelah suami Anugerah Nurika keluar,”terangnya.
Setelah memberikan anak tersebut, orang tua angkat juga memberikan uang sisa dari perjanjian sbelumnya sebesar Rp.1.000.000, dan menyuruh rang tua kandung untuk segera pergi sebelum ada yang melihat.
“Kemudian orang tua kandung bergegas kembali ke Makasar, dan langsung menuju ke kos NurSyirah Perumahan BTP Blok AB,”jelas Dicky. (sul/fajar)
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Nasional6 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Politik1 minggu agoWI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik
Nasional5 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya
Sport2 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM
Obituari4 hari agoKurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia








































