Banten
Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Tangsel diberikan Pembekalan Strategi Pemasaran
Serpong, Puluhan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) diberikan pembekalan materi kiat dan teknik agar mampu bersaing di bursa pasar. Kegiatan ini menjadi upaya antisipasi globalisasi dan pemulihan ekonomi nasional kepada para penggerak ekonomi sektor riil.
“Mereka (UKM) punya nilai jual untuk berkembang. Dan hal-hal ini sangat positif untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Nurdin Marzuki, di Telaga Seafood, Serpong, Senin, 29 Oktober 2012.
Ia menjelaskan, dalam hubungan kegiatan ini usaha kecil lebih diarahkan kepada penggalian dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah. Spesifiknya sebagai bisnis utama (core business) untuk mengisi pasar demestik mau pun nasional. Kemampuan pengusaha kecil dalam hal manajerial dan sikap kewirausahaannya memerlukan pengembangan.
“Seperti Bali yang punya Jogger, Bandung C59 dan Yogyakarta dengan Dagadu. Kita juga sudah punya banyak produk, seperti lilin Setu dan tas eceng gondok yang sudah di ekspor dan ini perlu dikembangkan untuk jenis produk-produk lainnya,” jelas Nurdin.
UKM bercorak lokal merupakan salah satu pilihan yang sangat luas dan menjanjikan peluang untuk maju serta lebih berkembang. Menurut Nurdin, dukungan sumber daya manusia yang tersedia saat ini membuat UKM bercorak lokal akan mampu tumbuh pesat dan patut menjadi pilihan utama.
Masih menurut Nurdin, UKM bercorak lokal mulai bangkit lagi sejalan dengan menggeliatnya dunia pariwisata. “Produk dari UKM ini telah lazim menjadi buah tangan atau cinderamata yang dikenal oleh masyarakat luas secara perlahan tapi pasti,” terangnya.
Di tempat sama, Direktur Utama PT Efwan Business Solution – Sairi Murtaba, menjelaskan, ada beberapa langkah penting yang harus diperhatikan oleh para pelaku usaha. Dasar tersebut antara lain, membuat perencanaan bisnis (business plan), melakukan riset pasar, menentukan target konsumen, cara produksi barang, memutuskan kebijakan harga serta standar layanan konsumen.
“Semua itu kalau dilakukan dengan bagus akan bisa memetakan. Juga akan timbul kompetitif atau memiliki jiwa bersaing,” jelas Sairi.
Pengembangan ekonomi bisnis kreatif saat ini sudah didukung oleh Pemerintah Daerah dan tak lagi bisa dianggap ringan. Sairi menegaskan, para pelaku UKM yang hadir dalam acara ini telah menjadi pegawai, pemilik usaha, pegawai mandiri dan investor.
Memang diakuinya perlu bertahap dalam mengembangkan keuangan, manajemen, pemasaran, produksi dan lainnya. Hal terpenting yang bagi Sairi harus terus diperbaharui oleh para pelaku UKM, yakni berupa budaya pemasaran.
“Para pelaku UKM sudah semakin semangat untuk analisa dan punya daya saing. Dan ini harus terus dikembangkan dan dimunculkan terus, produk-produk yang sudah ada perlu dikenal oleh masyarakat luas,” jelas Sairi. (bpti-ts/kt)
Jabodetabek4 hari agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Pemerintahan6 hari agoPilar Saga Ichsan Buka Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna ke-14 Tingkat Kota Tangsel
Nasional5 hari agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Banten6 hari agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Banten7 hari agoJemaah Haji Kloter Pertama Banten Tiba di Tanah Air
Jabodetabek4 hari agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Pemerintahan5 hari agoLomba Inovasi TTG ke-14 Tingkat Kota Tangsel 2026, Unpam dan SMAN 1 Tangsel Raih Juara Pertama





















