Pembekalan Terintegrasi Calon Petugas Yang Menyertai Jemaah Haji 1440H / 2019 M

By on Rabu, 10 April 2019
Pembekalan Terintegrasi Calon Petugas Yang Menyertai Jemaah Haji 1440H / 2019 M

PONDOK GEDE (Kabartangsel.com) – Dalam rangka menyiapkan calon petugas haji yang profesional dan dapat memberikan pelayanan kepada jemaah haji dengan sebaik-baiknya, Kementerian Agama bersinergi dengan Kementerian Kesehatan menggelar kegiatan Pembekalan Terintegrasi Calon Petugas Yang Menyertai Jemaah Haji Tahun 1440 H/2019 M.

Kegiatan yang diadakan pada tanggal 4-13 April 2019 ini dibuka oleh Dirjen PHU, Nizar Ali, dan diikuti oleh seluruh peserta rekrutmen calon petugas haji yang telah lulus seleksi pada tes kompetensi tahap kedua, di mana kegiatan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tahapan rekrutmen petugas haji tahun 1440 H/2019 M.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Nizar Ali mengatakan kegiatan pembekalan bagi calon petugas ini bertujuan untuk menyiapkan calon petugas yang mempunyai integritas, profesional, dan berakhlakul karimah sehingga dapat memberikan pelayanan kepada jemaah haji dengan sebaik-baiknya.

“Peserta pembekalan terintegrasi calon petugas yang menyertai jemaah harus mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sebagai bekal dalam tugas melayani jemaah nanti. Niatkan bahwa ini merupakan tugas yang harus diutamakan, sedangkan ibadah dapat menyesuaikan dengan kondisi, karena prioritas petugas adalah melayani jemaah,” ujarnya di hadapan 365 calon petugas haji, di asrama haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Ia juga mengungkapkan bahwa peserta yang hadir ini merupakan orang-orang terpilih, maka jangan disia-siakan kesempatan ini dengan tidak bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini.

“Petugas haji merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam penyelenggaraan haji. Apalagi Kemenag menargetkan indeks kepuasaan jemaah haji pada 2019 harus meningkat. Maka kita menginginkan petugas yang cerdas menangani masalah dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada jemaah haji,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa optimisme kenaikan indeks kepuasan ini dikarenakan adanya peningkatan layanan pada sektor akomodasi, katering, transportasi antarkota perhajian, Armina, dan lainnya, dan juga ditambah dengan peningkatan kemampuan petugas haji, baik yang menyertai jemaah maupun petugas non kloter.

Ibadah haji, tambahnya, merupakan ibadah fisik. Fisik para jemaah dan petugas harus bertahan di lingkungan dengan iklim, budaya, serta makanan yang berbeda. Selain itu, ibadah haji juga merupakan ibadah mental.

“Apalagi untuk petugas haji, mereka harus mengurus ribuan jemaah asal Indonesia. Hal itu terkadang bisa membuat stres dan mudah marah. Oleh karena itu petugas haji harus lebih siap dari segi kesehatan dan mental daripada jemaah. Kalau petugasnya sakit, nanti malah jemaah yang melayani petugas,” sambungnya.

Pembekalan petugas ini khusus untuk embarkasi DKI Jakarta, Banten, dan Lampung, untuk petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) DKI. Petugas yang lulus test di Kemenag Kota Tangsel sebanyak 6 orang, terdiri dari 3 orang untuk TPIHI, dan 3 orang untuk TPHI.

Untuk TPIHI yaitu Syamsudin (Kepala KUA Serpong), San Ridwan (Penyuluh Pondok Aren), dan Tati Astartiati (Penyuluh Pamulang). Sedangkan untuk TPHI yaitu M. Edi Suharsongko (Kasi Pakis), Ulik Widiantoro (Kepala MTsN 1 Tangsel), dan Al-Amin (Kepala KUA Ciptim), serta 6 TKHI yang terdiri dari 2 dokter dan 5 perawat.

Secara khusus, Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, berharap spara petugas, khususnya asal Tangsel, dapat mengikuti kegiatan pembekalan ini dengan baik, dan dapat menjalankan tugasnya dalam membimbing dan membantu jemaah secara maksimal dalam melaksanakan ibadah haji, hingga kembali ke tanah air dengan selamat dengan predikat haji yang mabrur. (Kemenag Tangsel)