Pemkot Tangsel Ingin Tingkatkan Sinergitas Dengan MUI

By on Jumat, 28 Juni 2019

Demisioner MUI Kota Tangsel, KH Saidih yang sebelumnya sebagai Ketua MUI terpilih kembali setelah melalui Musyawarah Daerah (Musda III) MUI Kota Tangsel pada Selasa 25 Juni 2019 berlangsung di Wisma I Universitas Terbuka, Pamulang, Tangsel. Musda berlangsung pagi hingga sore hari dihadiri 100 hak suara.

Jelang sidang pleno Kh Saidih saat ditanya tentang kesiapan dirinya maju kembali menjawab sebetulnya dirinya sudah cukup sepuh. Oleh sebab itu sepenuhnya diserahkan kepada seluruh anggota MUI Tangsel. Jika memang masih dipilih, atau dibutuhkan tentunya ulama yang tinggal di Pamulang Barat ini tetap akan menjalankan amanah yang ditugaskan pada dirinya.

“Saya sebenarnya merasa tua. Tapi terserah kawan-kawan saja kalau masih dibutuhkan ya Bismillah saja. Jika dikatakan sehat, ya sehat. Pokoknya tinggal kawan-kawan saja,” ucapnya enteng.

Ketika itu, ulama yang selalu humoris ini tidak menjadi persoalan apabila pada sidang pleno muncul calon lain. Namun sejauh penyampaian dari anggota MUI diakuinya belum ada sosok yang setara dengan ulama disukai semua kalangan ini. demikian sebabnya meski sudah dua kali menjabat namun masih didorong untuk kembali menjabat lagi tetap semangat.

“Jika ada calon baru tidak jadi masalah. Namun hingga saat ini, sementara menurut kawan-kawan belum ketemu. Meskipun saya dua kali menjabat dan bisa ketiga kalinya boleh selama ada rekomendasi dari pemerintah daerah,” ia menyampaikan saat itu.

Satu hal yang menjadi perhatian pada periode ke depan adalah tentang hubungan antara ulama dan pemerintah. Dua elemen penting ini mejadi satu kesatuan dalam menjaga dan membimbing masyarakat Tangsel. Di samping itu, butuh keseriusan dalam pengelolaan zakat dan masjid.

“Selama dua periode tidak ada masalah. Namun pekerjaan ke depan tetap menjaga keseimbangan dengan umaro, serta bagaimana memakmurkan masjid dan zakat. Adapun terkait soal perbedaan paham di Tangsel tidak jadi masalah asal saling pengertian saja,” ucapnya sambil tersenyum.

Musda ke-III ini mengusung tema “Meneguhkan Moderasi Islam Menyongsong Kebangkitan Umat di Era Modern,” dengan MUSDA III MUI Kota Tangsel Kita Wujudkan Revitalisasi Kelembagaan MUI Kota Tangsel yang Modern dan Memberdayakan.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Abdul Rojak sebelum sidang pleno menyampaikan jika ditunjuk oleh Ketua dirinya mengaku siap saja. Soal jabatan hingga ketiga periode dibolehkan asal ada surat pengajuan dari masyarakat ke MUI Banten dan sudah diajukan dari tokoh masyarakat dan ormas. “Itu tidak ada masalah, dan pelaksanaan Musda ini semuanya lengkap,” katanya.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany berharap para ulama di Kota Tangsel yang bertindak selaku pengurus MUI harus memiliki visi dan misi jauh kedepan serta mampu membuat dan menjalankan program kerja organisasi.

“Hal ini sangat penting karena maju dan mundurnya suatu organisasi akan sangat ditentukan oleh figur-figur kepengurusannya. Peran ulama sangat straregis untuk membantu menyukseskan motto Kota Tangsel dalam mewujudkan masyarakat cerdas, modern dan religius,” jelasnya.

Dengan demikian sinergitas antara ulama dan umaro mutlak menjadi kebutuhan. Pemkot Tangsel tetap berkomitmen untuk selalu mendukung dan mensupport kegiatan dan program MUI.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan ini, saya berharap acara ini dapat menjadi momentum yang baik untuk menjaga keharmonisan serta kerjasama antar ulama dan umaro di Tangsel yang telah terjalin sangat baik selama ini tetap terus berlanjut di masa yang akan datang,” bebernya.

Walikota Airin menyampaikan apresiasi kepada MUI Tangsel atas kontribusinya selama ini. Semoga MUI Tangsel senantiasa menjaga kredibilitas dan integritas yang tinggi, sehingga akhlaqul karimah yang dimiliki menjadi contoh dalam terus membangun dan meningkatkan kualitas akidah dan moralitas masyarakat.