Connect with us

Viral

Pengakuan Helwa Bachmid Istri Siri Habib Bahar bin Smith di Podcast YouTube dr. Richard Lee

Kanal YouTube dr. Richard Lee, MARS kembali menggemparkan publik dengan sebuah wawancara eksklusif yang emosional pada 17 November 2025, menghadirkan Helwa Bachmid dan ibundanya. Dengan berlinang air mata, Helwa, yang masih berstatus istri siri dari Habib Bahar bin Smith, memberanikan diri untuk speak up mengenai penderitaan dan penelantaran yang ia alami dalam rumah tangganya. Kisah ini menjadi sorotan tajam, khususnya terkait isu nikah siri tanpa buku nikah dan dugaan penelantaran ekonomi serta batin.

Pernikahan Tanpa Buku Nikah

Salah satu poin paling mengejutkan yang diungkap Helwa adalah status pernikahannya. Ia mengaku tidak memiliki buku nikah resmi, melainkan hanya sebuah surat pernyataan yang ditandatangani oleh Habib Bahar bin Smith. Surat tersebut mencantumkan tanggal pernikahan pada Jumat, 15 November 2024, di Sentul, dengan mahar cincin.

“Aku pikir pakai buku nikah. Ternyata cuma pakai surat doang,” ujar Helwa.

Ketika ditanya mengenai buku nikah, Helwa menyebut bahwa Habib Bahar selalu mengatakan, “Nanti gampang itu.” Helwa dan ibunya mengaku awalnya buta terhadap latar belakang Habib Bahar, termasuk track record-nya dan status pernikahannya. Habib Bahar diklaim mengaku sudah bercerai dan Helwa adalah “istri terakhirnya.”

Advertisement

Namun, fakta pahit terungkap tentang pernikahan dilangsungkan secara privat tanpa diketahui banyak orang. Helwa juga dilarang mengabadikan momen ijab kabul, dengan alasan Habib Bahar tidak ingin pernikahannya menjadi viral. Helwa juga mengungkapkan, merasa diperlakukan layaknya istri simpanan, di mana Habib Bahar hanya datang sesekali, sebulan sekali, itupun hanya untuk berhubungan suami istri tanpa memberikan bimbingan agama atau membicarakan masa depan.

Menguak Tabir Masalah Hukum Pasca-Nikah

Helwa dan ibunya mengungkapkan bahwa mereka baru mengetahui rekam jejak Habib Bahar bin Smith yang penuh masalah hukum setelah pernikahan dilangsungkan.

“Dia yang kasih tunjuk sendiri, dia yang ngomong sendiri,” kata Helwa dan ibundanya.

Habib Bahar sendiri yang memperlihatkan dan menjelaskan bahwa ia pernah memiliki masalah di berbagai tempat, termasuk pernah dibawa ke Gunung Sindur. Uniknya, meskipun informasi tersebut bersifat sangat negatif, Helwa dan ibunya mengaku saat itu tidak menanggapi serius atau tidak menyanggah apa pun yang diceritakan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa mereka terlanjur “habis akal” dan terlalu fokus pada niat baik pernikahan.

Advertisement

Selain itu, Helwa juga membeberkan bahwa setelah menikah, ia mengetahui ada istri lain yang tidak diakui oleh Habib Bahar, bahkan ada yang sedang hamil di Pontianak. Helwa sempat mengungkapkan kekesalannya melalui pesan singkat, namun dibalas dengan pernyataan Habib Bahar yang menganggap urusan santri lebih utama daripada kewajiban terhadap Helwa, yang baru saja melahirkan seorang anak.

Dugaan Penelantaran Ekonomi: Berbulan-bulan Tanpa Nafkah Layak

Penderitaan Helwa dan ibunya semakin mendalam akibat ketiadaan nafkah yang layak dan rutin. Helwa menjelaskan bahwa pemberian nafkah tidak per bulan, melainkan sesuka hati Habib Bahar, dengan jumlah yang sangat minim dan terus menurun.

“Minta duit nafkah pun dia ngasih enggak per bulan, cuma ngasih ngasihnya sesukanya dia aja gitu. Yang pertama sejuta, sejuta itu pun jadi menurun jadi 300, 400, 500.”

Ironisnya, saat Helwa tengah mengandung, ia harus menjual cincin peninggalan ayahnya dan bahkan menjual ponsel pemberian Habib Bahar demi bisa memeriksakan kandungan.

Advertisement

Puncak penderitaan terungkap ketika ibunda Helwa menceritakan pengalaman memilukan: “Kami sempat makan nasi pakai teh manis. Disiram. Disiram pakai teh manis. Karena enggak ada apa-apa lagi.”

Helwa sempat mengirimkan foto kulkas dan persediaan makanan yang habis kepada suaminya, namun Habib Bahar hanya membalas, “Aku di sini 3 hari belum makan,” tanpa memberikan solusi. Hingga usia putranya mencapai tiga bulan, Helwa dan ibunya terpaksa menjual perabot rumah demi memenuhi kebutuhan makanan dan susu bayi.

Tuntutan Keadilan: Perceraian dan Perlindungan

Helwa dan ibunya kini mengambil langkah ekstrem dengan meninggalkan rumah kontrakan tersebut secara diam-diam. Mereka merahasiakan keberadaan mereka karena khawatir terhadap pengaruh dan “kaki tangan” Habib Bahar, yang disebut ibunda Helwa sebagai sosok yang arogan. Habib Bahar sendiri diketahui tidak mencari mereka, melainkan hanya meminta dikirimi video anaknya.

Helwa, yang merasa sangat menyesal atas pernikahan ini, kini hanya memiliki satu permintaan:

Advertisement
  • Bercerai: “Aku sudah enggak mau balikan lagi sama dia. Aku mau udah mau minta cerai sama dia.”

  • Nafkah Anak Penuh: Habib Bahar harus bertanggung jawab penuh terhadap nafkah anaknya.

  • Perlindungan: Meminta bantuan dan perlindungan kepada dr. Richard Lee karena merasa tidak berdaya dan takut.

Ibunda Helwa menambahkan tuntutan tegas: “Lepaskan anak saya dari hidupnya Bahar!”

Menanggapi permintaan ini, dr. Richard Lee menawarkan untuk mempertemukan Helwa dengan tim kuasa hukumnya, Bang Jefri, untuk mengurus proses hukum lebih lanjut. Langkah awal yang disarankan oleh kuasa hukum adalah isbat nikah untuk mengesahkan pernikahan siri di mata hukum, sehingga Helwa dapat menuntut hak-hak anak dan istri secara resmi. Opsi pelaporan pidana penipuan juga terbuka jika terdapat bukti rangkaian kata-kata bohong yang digunakan untuk menggerakkan pernikahan.

Kisah Helwa Bachmid ini menjadi pembelajaran serius bagi publik dan kaum perempuan di luar sana agar tidak mudah terbujuk oleh janji-janji tanpa dasar hukum yang kuat, serta berani menyuarakan ketidakadilan.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer