Lifestyle
Penyebab BAB Bayi Berlendir dan Cara Mengatasinya

Gejala apapun yang terjadi pada si kecil pasti langsung membuat orangtua panik, termasuk ketika BAB-nya berlendir. Ya, BAB bayi yang berlendir bisa jadi tanda masalah kesehatan tertentu yang mesti diwaspadai. Lantas, apa saja penyebab feses berlendir pada bayi ini?
Penyebab BAB bayi berlendir
Sebagai orangtua, Anda juga harus memerhatikan bentuk dan warna feses si kecil. Pasalnya dari hal ini terkadang Anda dapat mendeteksi ada masalah kesehatan tertentu. Nah, jika feses bayi berlendir makan ada masalah kesehatan yang mungkin menyebabkannya.
Beragam penyakit yang jadi penyebab BAB bayi berlendir.
1. Infeksi
Infeksi bakteri atau virus yang menyerang tubuh bayi kita dapat membuat usus iritasi dan menyebabkan peradangan. Oleh karena itu, produksi lendir pada feses bayi pun meningkat.
Selain itu, BAB bayi yang berlendir juga bisa menjadi gejala awal demam. Jika warna feses bayi menjadi hijau atau berlendir yang disertai dengan darah, mungkin saja terjadi iritasi yang cukup parah. Segera konsultasikan dengan dokter anak Anda untuk penanganan yang lebih lanjut.
2. Tumbuh gigi
Pada saat tumbuh gigi, kebanyakan bayi sangat rewel dan bahkan bisa mengeluarkan lendir pada fesesnya. Produksi air liur yang berlebih dan peradangan karena tumbuh gigi menyebabkan iritasi usus sehingga membuat kotoran bayi menjadi berlendir.
3. Intususepsi
Intususepsi merupakan penyakit yang dapat dialami oleh bayi. Biasanya, kondisi ini memengaruhi usus kecil dan usus besar. Sebagian usus terlipat sehingga menyebabkan penyumbatan seperti cincin. Situasi ini sering terjadi pada bayi berumur lima hingga sembilan bulan. Penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab mengapa kotoran bayi berlendir.
4. Alergi makanan

BIla Anda menemukan lendir pada feses bayi, mungkin itu karena si kecil alergi dengan makanannya. Alergi makanan dapat menyebabkan tubuh memproduksi banyak lendir, termasuk lendir di bagian usus. Maka itu, BAB bayi bisa berlendir akibat alergi.
Untuk itu, Anda harus tahu apa saja tanda-tanda alergi pada bayi, yaitu:
- Rewel dan sulit dihentikan tangisannya
- Muntah
- Darah pada feses
5. Cystic fibrosis
Penyakit yang sering disebut fibrosis krisis ini adalah kelainan bawaan yang menyerang paru dan sistem pencernaan. Kondisi ini dapat memproduksi lendir yang berlebih pada kedua organ sehingga lendir pada feses bayi pun muncul.
Apa yang harus ortu lakukan?

Jika bayi Anda masih berperilaku normal atau tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi apapun, tidak perlu pergi ke dokter. Akan tetapi, jika gejala-gejala di bawah ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter Anda.
- Sangat rewel dan menangis terus
- Demam
- Darah pada kotoran
Jika terdapat gejala infeksi dan demam pada bayi Anda disertai dengan kotoran berlendir, tanyakan kepada dokter anak Anda. Selain itu, Anda juga harus memeriksa secara berkala kotoran bayi Anda. Segera buat janji dengan dokter anak Anda apabila Anda merasa khawatir dengan lendir pada feses bayi Anda.
Jika alergi terhadap suatu makanan, carilah alternatif lain untuk menggantinya. Pastikan terlebih dahulu dengan dokter anak Anda, agar tidak salah langkah. Konsultasi dengan dokter dan mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan.
Kabartangsel.com
Sport4 hari agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Sport4 hari agoGagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 GP Amerika 2026
Sport4 hari agoHasil Moto3 Amerika 2026 Guido Pini Juara, Veda Ega Pratama Gagal Finis
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat
Kampus7 hari agoUIN Jakarta Tembus Peringkat 29 Dunia di QS World University Rankings by Subject 2026
Otomotif4 hari agoMobil Listrik Terbaik di Indonesia 2026: Tesla Model 3, Hyundai Ioniq 5, Hingga ICAR V23
Bisnis4 hari agoASICS Rilis Sepatu Canggih SONICSMASH™ FF
Pemerintahan3 hari agoApel dan Halalbihalal, Benyamin Davnie Tekankan Kebersihan Lingkungan hingga Efisiensi Anggaran di Tangsel

























