Lifestyle
Penyebab Cauda Equina Syndrome Pada Akar Saraf Tulang Belakang

Cauda equina syndrome merupakan kondisi ketika kumpulan akar saraf pada tulang belakang mengalami tekanan. Tekanan pada akar saraf dapat mengakibatkan nyeri punggung hingga kaki, hilangnya kontrol buang air kecil dan besar, bahkan kelumpuhan permanen. Lantas, apa yang menjadi penyebab cauda equina syndrome?
Faktor penyebab cauda equina syndrome
Cauda equina syndrome dapat disebabkan oleh beragam kondisi yang mengakibatkan peradangan atau terjepitnya akar saraf tulang belakang. Secara umum, berikut adalah faktor-faktor yang menjadi penyebabnya:
1. Penyebab cauda equina syndrome karena saraf terjepit

Saraf terjepit sebenarnya merupakan istilah awam dari herniated disc, yakni pergeseran bantalan tulang belakang dari tempatnya semula. Pada beberapa kasus, herniated disc juga dapat terjadi akibat robeknya bantalan tulang belakang.
Bantalan tersebut berfungsi menahan guncangan dan tekanan yang dapat melukai saraf tulang belakang. Ketika bantalan tulang belakang bergeser atau robek, saraf-saraf di sekitarnya akan tertekan sehingga menimbulkan nyeri dan gejala lainnya.
Saraf terjepit adalah salah satu faktor yang paling sering menjadi pemicu cauda equina syndrome. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh cedera olahraga, kecelakaan, atau terkadang penyempitan saluran tulang belakang.
2. Tumor


Terkadang, tumor bisa terbentuk pada ruang kecil dalam tulang belakang dan menekan kumpulan saraf di dalamnya. Jika tumor menekan akar saraf, kondisi ini dapat memicu timbulnya gejala cauda equina syndrome.
Saraf tulang belakang terlindungi oleh selaput meninges. Selaput ini terdiri dari tiga lapisan, sama seperti lapisan pelindung otak. Berdasarkan lokasi tumbuhnya, tumor pada akar saraf yang menjadi penyebab cauda equina syndrome terbagi menjadi:
- Tumor ekstradural, tumbuh di bagian luar saraf dan meninges.
- Tumor intradural-ekstradural, tumbuh di luar kumpulan saraf, tapi ada di dalam meninges.
- Tumor intradural, tumbuh di dalam sumsum berisikan saraf tulang belakang.
3. Abses epidural


Abses epidural adalah penumpukan nanah pada tulang belakang yang menyebabkan pembengkakan. Dilansir dari John Hopkins University, pembentukan abses biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri S. aureus, jamur, ataupun kuman tertentu dalam tubuh.
Jika abses terbentuk pada bagian bawah tulang belakang, nanah yang menumpuk bisa menekan akar saraf dan menjadi penyebab cauda equina syndrome. Pasien biasanya mengalami gejala demam, sakit pinggang, serta hilangnya kontrol BAK dan BAB.
Kondisi ini lebih banyak terjadi pada orang-orang yang pernah menjalani operasi pada punggung. Selain itu, mereka yang terkena infeksi pada tulang belakang, memiliki bisul di punggung dan kulit kepala, dan menggunakan narkoba suntik juga berisiko.
4. Stenosis spinal


Stenosis spinal adalah penyempitan pada saluran spinal yang berisikan kumpulan saraf tulang belakang. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa nyeri, rasa tergelitik, mati rasa, dan lemah otot yang bertambah parah bila tidak ditangani.
Stenosis spinal terbagi menjadi dua jenis, yakni stenosis servikal pada area leher serta stenosis lumbar pada area pinggang belakang. Jika penyempitan terjadi di pinggang, inilah yang menjadi penyebab cauda equina syndrome.
Penyebabnya antara lain kerusakan bantalan tulang belakang, cedera tulang belakang, tumor, dan mengerasnya otot ligamen antara ruas tulang belakang. Pada penderita radang sendi, tulang dapat tumbuh secara berlebihan dan menekan akar saraf.
Cauda equina syndrome adalah kondisi medis darurat yang harus ditangani dengan segera. Pasalnya, penyakit ini dapat menyebabkan dampak permanen yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Segera periksakan diri ke dokter spesialis syaraf atau fasilitas kesehatan terdekat bila Anda merasa mengalami gejala cauda equina syndrome. Pemeriksaan berguna untuk memastikan diagnosis, menentukan faktor penyebab, dan penanganan bila gejala tersebut memang berkaitan dengan cauda equina syndrome.
Kabartangsel.com
Tangerang7 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport7 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional5 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden




























