Serap Tenaga Kerja, Perhimpunan Indonesia Tionghoa Diminta Membuka Lapangan Kerja Baru

By on Kamis, 6 Desember 2018

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bahwa daya saing manusia Indonesia ini secara potensial sebenarnya baik bahkan diatas rata rata, namun perlu satu rencana penanganan yang baik. Untuk itu, Presiden menekankan membuka lapangan kerja baru agar tenaga kerja yang ada bisa terserap.

“Beliau menekankan pentingnya kita membuka lapangan kerja baru karena dengan membuka lapangan kerja, tenaga kerja terserap, ekonomi bisa bertumbuh sehingga kesenjangan sekarang yang masih dirasakan akan dapat diatasi dengan baik,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PITI) Budi Santoso Tanuwibowo bersama jajaran pengurus PITI diterima Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12) pagi.

Pembukaan lapangan kerja baru tersebut, menurut Waketum PITI itu, menyangkut banyak hal termasuk pertanian, khususnya holtikultura, buah buahan dan segala macam yang perlu dikembangkan. Sehingga k edepan kita bisa menjadi bangsa yang bisa menjadi pengekspor buah.

“Intinya tidak ada masalah, karena kita menyadari sebagian anggota INTI adalah pengusaha, Presiden meminta kita untuk lebih meningkatkan investasi tanpa perlu ragu dengan segala hal yang menghambat seperti keamanan politik dan lain lain. Kita yakin bahwa kalau kita bersatu negeri ini bisa menjadi negeri yang besar,” ujar Budi.

Menurut Budi, sebagai komunitas anggota PITI punya propesi masing masing, dan setiap propesi punya tanggung jawab masing-masing. Ia meyakini jika masing-masing melakukan tangggung jawab itu dengan sebaik-baiknya niscaya negeri ini akan aman.

“Eksekitif bertundak seperti eksekuti, legiskatif seperti legislatif, pengusaha seperti pengusaha jangan dicampur aduk,” terang Budi.

Saat ditanya mengenai kondisi politik di tanah air, Waketum PITI Budi Santoso Tanuwibowo mengatakan, kalau dibandingkan negara lain kita masih baik-baik saja. Ia meyakini, siapa pun dia, ada di garis manapun rasa cintanya pada Republik Indonesia pasti besar.

“Itulah yang harus kita yakini karena negeri ini bukan negeri kemarin sore dan bukan negeri yang datang begitu saja, tetapi lewat perjuangan, pergulatan dan pertentangan batin diantara kita. Tetapi akhirnya kita sepakat memilih Pancasila sebaga pegangan kita bersama,” ucap Budi seraya menambahkan, Presiden Jokowi hanya menyampaikan pesan pentingnya sebagai warga berjuang bersama sama mengatasi hal hal yang masih kurang terutama ekonomi. (sk/fid)