Banten
Perkuat Permodalan, Bank BJB Akan Terbitkan Obligasi Hingga Rp 5,5 Triliun

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) berencana menerbitkan obligasi hingga Rp 5,5 triliun untuk memperkuat permodalan.
Direktur Komersil Bank BJB Ahmad Irfan mengatakan, penerbitan obligasi tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai 2015 hingga 2019. “Penerbitannya mungkin dibagi dua tahap. Kami terbitkan obligasi, karena melihat tren pasar surat utang bagus,” kata dia di sela media gathering di Gili Trawangan, Lombok, akhir pekan lalu.
Adapun opsi rights issue akan diambil BJB pada 2016. Menurut Irfan, perseroan ingin fokus untuk mencapai target tahun depan sebelum menambah modal. Salah satunya adalah menargetkan dana pihak ketiga (DPK) bertumbuh 15 persen. “Kami menargetkan DPK mencapai Rp 2,7 triliun tahun depan,” ucap dia.
Untuk mencapai target tersebut, emiten berkode BJBR ini akan menggenjot penghimpunan dana murah dengan program-program terutama tanda mata berjangka. Produk ini adalah tabungan dengan bunga setara deposito. Selain itu, BJB juga menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 17 persen.
“Penyaluran kredit kami sebesar 70 persen masih terfokus pada sektor konsumer. Ke depannya kami akan geser sedikit demi sedikit lebih ke sektor produktif,” tutur Irfan.
Ia menambahkan, target selanjutnya untuk tahun depan adalah pertumbuhan aset sebesar 13 persen. Sebagai informasi, BJB adalah BPD dengan aset terbesar di antara 26 BPD di seluruh Indonesia. Total aset BJB per September 2014 mencapai Rp 73,98 triliun. Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,26 persen secara year on year (yoy) dibanding September 2013 yang mencapai Rp 71,64 triliun.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank BJB Zainal Arifin menyatakan, pihaknya siap menyongsong tahun depan dengan merambah sektor infrastruktur. Hal ini terkait langkah pemerintah mengalihkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke pembangunan infrastruktur.
“Potensi bisnis proyek infrastruktur cukup besar. Kami selalu siap menangkap peluang, misalnya untuk proyek pelebaran jalan,” jelas Zainal.
Menurut dia, Bank BJB akan menyiapkan dana Rp 2 triliun untuk penyaluran kredit infrastruktur pada 2015.
Selain itu, ia juga menilai sektor maritim punya peluang besar untuk memberikan keuntungan bagi Bank BJB. “Peluangnya lebih luas, tapi pemberian kredit dilihat dari risiko, harus pruden dan layak. Peluang ada, tapi tidak serta merta diberikan,” kata Irfan. (bs/id/kt)
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional2 minggu agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport2 minggu agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026































