JAKARTA – Perkembangan kasus aktif Covid-19 di Indonesia belakangan ini, menunjukkan terus menurun dari hari ke hari. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan hal ini tidak terlepas dari penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilanjutkan dengan PPKM Mikro dan diperpanjang hingga tahap 3 diperpanjang untuk periode 9 – 22 Maret 2021.
Dalam mengendalikan pandemi, penting melihat perkembangan kasus aktif yakni penderita Covid-19 yang ada di tengah masyarakat. Baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang melakukan isolasi mandiri di rumah atau tempat isolasi yang tersentral. Meski keberadaannya bertalian erat dengan kasus positif, Wiku menjelaskan terdapat perbedaan yang penting diketahui.
Karena jumlah kasus positif dapat menilai tingkat penularan, sedangkan kasus aktif memberikan gambaran jumlah kasus yang harus ditangani. “Perkembangan kasus aktif dan kasus positif, sama-sama penting untuk kita pantau,” jelasnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (9/3/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Jumlah kasus aktif dalam angka, menunjukkan seberapa besar masalah yang ada. Jika melihat grafiknya, angka kasus aktif di Indonesia meningkat secara perlahan sejak kasus pertama dilaporkan pada Maret 2020 lalu, hingga minggu kedua Juli 2020. Lalu, pergerakannya cenderung stabil hingga minggu keempat Agustus 2020. Namun kasus aktif kembali meningkat hingga Minggu kedua Oktober 2020, yang disebabkan adanya periode libur panjang pada bulan Agustus 2020.
Menyikapi hal ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada saat itu menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dimana provinsi ibukota ini penyumbang terbesar kasus aktif saat itu. Dan Kebijakan PSBB saat itu sempat menurunkan penambahan kasus positif. Namun, tidak demikian pada kasus aktif yang disebabkan karena kasus aktif tidak hanya terdiri dari kasus baru, melainkan juga kasus lama yang belum sembuh atau masih dalam perawatan.
Selanjutnya, terjadi penurunan pada minggu kedua Oktober, yang bertahan hingga minggu pertama November 2020. Setelah itu angkanya terus meningkat secara signifikan hingga minggu pertama Februari 2021. Peningkatan tajam dalam kurun waktu ini, terdapat dua periode libur panjang yang dilalui. Yakni pada akhir Oktober dan awal November, serta libur Natal dan Tahun Baru akhir Desember 2020.
Setelah melewati puncaknya pada awal Februari 2021, kasus aktif berangsur menurun hingga saat ini, mencapai 16 persen. Dan dampak ini baru dirasakan pada minggu kedua Februari 2021, atau jeda lima minggu sejak penerapan PPKM. “Ini (dampaknya) membutuhkan waktu lebih lama, bahwa dampak positif (baik) dari intervensi kebijakan baru, akan terlihat setelah 4 minggu intervensi berlangsung pada kasus positif dan 5 Minggu untuk kasus aktif,” imbuh Wiku.
Dan penurunan kasus aktif ini juga berkat peran penting posko di tingkat desa dan kelurahan. Posko berperan efektif karena dapat mengidentifikasi langsung penderita Covid-19 di wilayahnya, dan langsung berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk penanganan sesuai standar dan penderita Covid-19 menjadi sembuh.
Untuk itu masyarakat bersama pemerintah dapat tetap semangat, saling bahu membahu, menjalankan serta mengawasi PPKM Mikro agar penularan Covid-19 dapat terkendali. “Pada prinsipnya, PSBB dan PPKM untuk mengendalikan penularan Covid-19. PPKM Mikro yang saat ini berlaku merupakan bentuk inovasi hingga ke level yang sangat kecil dan kesuksesan bergantung pada peran aktif masyarakat di tingkat RT/RW-nya,” lanjut Wiku. (kpcpen/red)
Sport6 hari agoJadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC
Pemerintahan2 hari agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
Pemerintahan2 hari agoPemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
Pemerintahan2 hari agoBenyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
Serba-Serbi6 hari agoApa Itu DESIL?
Pemerintahan4 hari agoJelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan
Pemerintahan6 hari agoKemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Pemerintahan2 hari agoHUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel














