Moscow – Mengawali kunjungan kerjanya ke Rusia, Menteri Pertahanan RI H. Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Federasi Angkatan Darat Federasi Rusia Jenderal Sergei Shoigu, Selasa (28/1), di Kemhan Rusia. Dalam pertemuan tersebut kedua Menhan membahas kerjasama pertahanan dalam kerangka kemitraan strategis.
Bagi Indonesia, Rusia merupakan salah satu kekuatan terbesar di dunia yang selalu mendukung dan membantu Indonesia di masa-masa sulit. Kedekatan kedua negara terjalin sejak Rusia masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Kedekatan kedua negara ditandai dengan penandatanganan kemitraan strategis dan ini akan menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negra.
Sedangkan bagi Rusia, Indonesia merupakan salah satu mitra paling penting di kawasan Asia-Pasifik, interaksi yang secara tradisional dibangun atas dasar persahabatan dan rasa saling percaya.
“Kami siap untuk terus mengoordinasikan kerjasama dalam pengembangan progresif hubungan Rusia – Indonesia, termasuk di bidang kerja sama militer dan teknis-militer, serta dalam format multilateral melalui mitra dialog SMOA-plus,” ujar Menhan Rusia.
Sebelumnya dilaporkan bahwa pelaksanaan kontrak untuk pasokan 11 pesawat Su-35 Indonesia dapat dimulai pada tahun 2020. (rls)
Sport7 hari agoPersija Jakarta Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta 1-1 di Gianyar
Sport7 hari agoPrediksi Persita Tangerang vs Bali United: Misi Bangkit Pendekar Cisadane, Serdadu Tridatu Tetap Percaya Diri
Pemerintahan5 hari agoPilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Drainase Hingga Penataan Kawasan Melati Mas
Nasional4 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Pemerintahan6 hari agoLakukan Penanganan Terpadu, Pilar Saga Ichsan Turun Langsung Tinjau Genangan di Jalan Puspiptek
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan Tangsel One, Akses Layanan Kini Cukup Lewat WhatsApp Berbasis AI
Bisnis4 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional4 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian













