Ciputat, kabartangsel.com – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD), Mukhaer Pakkanna, mengklaim pihaknya akan mempelopori pengembangan Financial Technology (Fintech) di perguruan tinggi.
Demikian disampaikan Mukhaer dalam seminar dan kuliah umum Program Pascasarjana STIEAD bertajuk “Dunia Pendidikan Tinggi Menyongsong Era Big Data dan Financial Technology (Fintech)”, di Kampus A STIEAD Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (14/10/2017).
Menurut Mukhaer, kemajuan teknologi yang melahirkan era big data memang sepatutnya direspon oleh semua instansi atau lembaga. Bukan hanya lembaga keuangannya saja, tetapi juga perguruan tinggi. Hal ini dilakukan dalam rangka pengembangan institusi yang dinamis terhadap perkembangan zaman.
“Kita harus melirik perkembangan fintech yang begitu cepat, dan STIEAD akan jadi kampus pelopor pengembangan fintech di perguruan tinggi,” tegasnya.

Mukhaer mengaku bahwa STIEAD saat ini telah melakukan pengembangan teknologi dalam aktifitas akademik.
“Kecenderungan saat ini dan ke depan, era milenial akan akrab dengan gadget. Maka kami, sekarang ini berupaya memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan pengembangan terhadap pendidikan. Seperti yang sudah kami terapkan yaitu digital library dan e-learning,” ungkap Wakil Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah ini.
Pada kesempatan ini juga, Mukhaer menceritakan mengenai progres dari pengembangan STIEAD menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM).
“Ke depan bukan saja fakultas ekonomi yang eksis di STIEAD. Tapi fakultas lain yang menjadi tambahan saat berubah menjadi ITBM juga akan kami genjot,” imbuhnya.
Mukhaer berharap ITBM yang akan hadir mampu menghasilkan lulusan yang peduli terhadap kondisi sosial.
“ITBM kami desain untuk mampu menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang tidak buta terhadap realitas sosial. Kami tidak mau mengembangkan alumni yang melihat dengan model kacamata kuda. Justru, kami mengharapkan para alumni mampu melihat realitas sosial dari semua sudut,” tutupnya.
Sementara itu, Muhammad Muflih, Direktur Pascasarjana Keuangan Syariah Politeknik Bandung sebagai salah satu pembicara dalam acara tersebut menjelaskan dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, lembaga-lembaga keuangan dituntut untuk cepat tanggap dan melakukan reformulasi dalam menjalanan aktifitas bisnisnya.
“Hal ini menjadi keharusan, sebab jika tidak maka lembaga keuangan konvensional atau tradisional akan tergerus seiring dengan perkembangan teknologi,” papar Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat ini. (rls/fid)
Banten7 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional4 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional4 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional4 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Sport4 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026













