Pendidikan
Puluhan Guru SD di Tangsel Ikuti Pelatihan PAKEM USAID PRIORITAS

“Peningkatan kompetensi dan keterampilan guru dalam menerapkan praktik pembelajaran yang baik perlu dilakukan secara kontinyu dan berkelanjutan. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus agar esensi pembelajaran mampu mendorong siswa lebih aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan,” kata H. Hamdani, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pondok Aren dalam pembukaan resmi (29/1). Pernyataan ini disampaikan dalam pelatihan diseminasi PAKEM USAID PRIORITAS untuk puluhan guru SD.
Sejumlah guru SD dari gugus 19 Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tiga hari terhitung sejak tanggal 29 Januari. Lokasi pelatihan di SD Mentari School yang berada masih dalam satu gugus. Terhitung guru dan kepala sekolah dari 12 SD di gugus 19 Kecamatan Pondok Aren ikut serta yakni SDN Pondok Jaya 01, SDN Pondok Jaya 02, SDN Pondok Jaya 03, SDN Parigi 01, SDN Parigi 04, SDN Jurang Mangu Barat 02, SDI Amelia, SDK Penabur, SD Al Mubarak, SDIT Cordova, SDI Al Azhar Syifa Budi dan SD Mentari School.
“Total peserta ada 12 kepala sekolah dan 70 guru yang ikut serta pelatihan ini. Pelatihan ini dibiayai oleh dana BOS SD yang didukung oleh USAID PRIORITAS Banten,” ujar Ahmad Salim, Koordinator Kota Tangerang Selatan Banten di sela-sela pelatihan (31/1). Dia menambahkan, “Pelatihan ini merupakan diseminasi pelatihan PAKEM untuk guru tingkat SD/MI agar mereka mampu menerapkan pembelajaran yang mendorong siswa aktif dan kreatif di kelas.”

Materi yang disampaikan kepada peserta meliputi mengelola pembelajaran yang efektif, memahami kurikulum, melayani perbedaan individu dalam pembelajaran, menyusun pertanyaan tingkat tinggi dan lembar kerja, penilaian autentik, memahami gender di sekolah, literasi lintas kurikululm dan praktik mengajar. Di hari terakhir, peserta melaksanakan simulasi pembelajaran sehingga mereka dapat menerapkan kembali PAKEM dalam kegiatan belajar mengajar selanjutnya.
“Saya baru pertama kali mendapatkan pelatihan seperti ini. Saya merasa mendapatkan kesempatan emas untuk ikut pelatihan. Karena pelatihan ini mendorong aktivitas peserta sehingga setiap sesi menjadi aktif, interaktif dan aktraktif. Saya berharap model pelatihan dapat dilakukan untuk guru-guru lain secara menyeluruh sehingga perubahan di sekolah bisa terjadi lebih baik” ujar Heri Budi Purnomo, Kepala SDI Amelia, Kota Tangerang Selatan yang ikut serta dalam diskusi.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Maryantiati, fasilitator daerah dan pengawas pembina gugus 19. Dia berpendapat bahwa model pelatihan ini dirasa lebih efektif dan terfokus. Nantinya proses pembinaan bisa dilakukan secara kontinyu melalui pertemuan kelompok kerja guru, apalagi kegiatan ini merupakan tahap awal. Langkah selanjutnya tentunya monitoring dan pendampingan di setiap sekolah guna memastikan penerapan hasil pelatihan diterapkan. (ris/fid)
Bisnis5 hari agoRupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah
Sport5 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia U-19 di ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026
Bisnis6 hari agoPrimaya Hospital Kelapa Gading Buka Akses Layanan Jantung Modern dengan Ablasi Tanpa Radiasi
Opini5 hari agoJangan Kesankan Indonesia Negara Bobrok
Komunitas4 hari agoTeRuCI Chapter Tangerang Rayakan Anniversary ke-18
Nasional5 hari agoAyu Aulia Bongkar Hubungan dengan Bupati Berinisial “R”, Singgung Kehamilan hingga Kehilangan Rahim
Sport5 hari agoHasil Timnas U17 Indonesia Vs Jepang 0-1 di Babak Pertama Piala Asia U17 2026
Techno6 hari agoNTT DATA Luncurkan Layanan Agentic AI untuk Infrastruktur Perusahaan

























