Momentum ada di bulan Juli, Agustus, dan September untuk meningkatkan belanja Pemerintah di tiap provinsi agar ekonomi dapat kembali pulih.
Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan arahan kepada para Gubernur se-Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (15/7).
Untuk itu, Presiden meminta pada para Gubernur agar rem dan gasnya ini diatur dan jangan sampai tidak terkendali.
“Kalau kita enggak bisa mengungkit di kuartal ketiga, jangan berharap kuartal keempat akan bisa, sudah. Harapan kita hanya ada di kuartal ketiga, Juli, Agustus, dan September,” imbuh Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa saat ini investasi tidak dapat diharapkan karena ini munculnya harus dari belanja pemerintah.
“Kredit perbankan yang dulu bisa tumbuh 12 persen, 13 persen, 8 persen, jangan berharap lagi dari sana. Sekali lagi, belanja pemerintah. Oleh sebab itu, saya berharap, belanja-belanja yang ada ini, harus dipercepat,” kata Presiden.
Hal itu, menurut Presiden, akan menaikkan konsumsi domestik atau rumah tangga yang di kuartal kedua ini turun. Ia juga mengingatkan, uang Pemda yang ada di bank itu masih Rp170 triliun.
“Saya sekarang cek harian. Kementerian saya cek harian, berapa realisasi, ketahuan semuanya. Kemarin saya ulang lagi, ini enggak ada peningkatan, saya baca semuanya sekarang. Kementerian ini berapa persen, belanja modalnya baru berapa persen, semuanya kelihatan sekarang. Harian pun sekarang ini saya pegang, provinsi, kabupaten, dan kota,” ujar Presiden.
Realisasi APBD Per Provinsi
Sementara itu, Presiden juga memberikan data belanja tiap provinsi, sebagai berikut:
- DKI (Jakarta), 45 persen;
- Nusa Tenggara Barat, 44 persen;
- Sumatra Barat, 44 persen;
- Gorontalo, 43 persen;
- Kalimantan Selatan, 43 persen;
- Provinsi Bali, 39 persen;
- Kalimantan Tengah, 38 persen;
- Provinsi Banten, 37 persen;
- Kepulauan Riau, 35 persen;
- Sulawesi Selatan, 34 persen;
- Lampung, 32 persen;
- Papua Barat, 32 persen;
- Kalimantan Utara, 31 persen;
- Bangka Belitung, 31 persen;
- Kalimantan Timur, 31 persen;
- Jawa Timur, 30 persen;
- Sulawesi Utara, 29 persen;
- Jambi, 28 persen;
- Bengkulu, 27 persen;
- Sulawesi Tengah, 27 persen;
- DIY (D.I. Yogyakarta), 27 persen;
- Jawa Tengah, 27 persen;
- Riau, 27 persen;
- Sumatra Utara, 25 persen;
- Jawa Barat, 24 persen;
- Sulawesi Barat, 24 persen;
- Aceh, 23 persen;
- Kalimantan Barat, 22 persen;
- Maluku, 21 persen;
- Nusa Tenggara Timur, 21 persen;
- Maluku Utara, 17 persen;
- Papua, 17 persen;
- Sulawesi Tenggara, 16 persen; dan
- Provinsi Sumatra Selatan, 16 persen.
Kepala Negara menjelaskan bahwa yang paling menggerakkan dari belanja-belanja itu adalah belanja modal karena pegawai itu rutin.
“Birokrasi kita harus kita ajak, agar ada speed di sini. Hati-hati, ini kalau tidak kita ingatkan, belanja modalnya masih rendah-rendah semuanya. Ini yang juga kemarin saya ingatkan kepada menteri,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Presiden meminta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) bisa sampaikan surat edaran (SE) yang dikeluarkan untuk mempercepat itu.
“Sekarang kita dampingi BPKP mengecek terus juga agar tidak ada terjadi kekeliruan,” jelas Presiden. (rls/fid)
Banten4 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis4 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis4 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Bisnis4 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Nasional4 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis4 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis4 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Industri Kreatif Perkuat Kolaborasi Strategis











