Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Lantik 10 Dekan Baru

By: Rabu, 11 Maret 2015

Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA melantik 10 Dekan Fakultas baru untuk masa jabatan 2015-2019, Senin (09/03/2015). Dalam kesempatan yang sama, Rektor juga melantik Direktur dan Ketua Program Magister Pengkajian Islam Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta untuk masa jabatan yang sama.

Melalui Surat Keputusan (SK) Rektor No 145 Tahun 2015 tentang Pengangkatan Dekan Fakultas pada UIN Syarif Hidayatullah Jakata Masa Jabatan Tahun 2015-2019 yang dikutip dari laman resmi UIN Syarifhidayatullah Jakarta(uinjkt.ac.id), ke-10 dekan baru di antaranya Prof Dr Ahmad Thib Raya MA sebagai Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Thib diangkat dari jabatan sebelumnya Guru Besar FITK, menggantikan Dra Nurlena MA PhD yang ditarik menjadi Lektor Kepala FITK.

Selanjutnya, Prof Dr Syukron Kamil MA yang dilantik menjadi Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) dari jabatan semula Guru Besar FAH. Ia menggantikan Prof Dr Oman Fathurrahman MHum yang ditarik menjadi Guru Besar FAH.

Di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Dr Asep Saepudin Jahar MA diangkat menjadi Lektor Kepala sekaligus Dekan FSH dari jabatan semula Lektor Kepala merangkap Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama  FSH. Ia menggantikan Dr JM Muslimin MA yang diangkat menjadi Ketua Program Magister Pengkajian Islam SPs UIN Jakarta periode 2015-2019.

Di Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), Dr Hamka Hasan Lc MA diangkat menjadi Lektor Kepala sekaligus Dekan FDI dari jabatan semula Lektor Kepala dan Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum FDI. Ia menggantikan Prof Dr H Abuddin MA yang ditarik menjadi Guru Besar FITK.

Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dr M Arief Mufraini LC MA diangkat sebagai Lektor Kepala sekaligus Dekan FEB 2015-2019 dari jabatan semula Lektor Kepala FEB dan Kepala Sub Direktorat Pengelolaan dan Pengembangan Dana Haji Kementerian Agama RI. Arief menggantikan Prof Dr Abdul Hamid MS yang sebelumnya dilantik menjadi Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum UIN Jakarta per 6 Februari lalu.

Di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Dr Arif Sumantri SKM MKes diangkat menjadi Lektor Kepala/Dekan FKIK dari jabatan semula Lektor Kepala/Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum FKIK. Arif menggantikan Prof Dr MK Tadjuddin SpAnd yang ditarik menjadi Dosen Tetap Kontrak FKIK.

Selanjutnya, Rektor juga mengangkat dekan baru wajah lama untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Di antaranya, Prof Dr Masri Mansoer MAg sebagai Guru Besar dan Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr Arief Subhan MAg sebagai Lektor Kepala/Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Prof Dr Abdul Mujib MAg sebagai Guru Besar dan Dekan Fakultas Psikologi, dan Dr Agus Salim, SAg MA sebagai Lektor Kepala dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor juga melantik Direktur SPs Periode 2015-2019 Prof Dr Masykuri Abdillah MA dari semula Guru Besar FSH berdasar Surat Keputusan Rektor Nomor 146 Tahun 2015. Masykuri menggantikan Prof Dr Azyumardi Azra MA yang telah menjabat Direktur SPs sejak dua periode berturut-turut dan ditarik menjadi Guru Besar FAH.

Masih di SPs UIN Jakarta, Rektor juga melantik Dr JM Muslimin MA sebagai Lektor Kepala sekaligus Ketua Program Magister Pengkajian Islam SPs UIN Jakarta dari semula Lektor Kepala/Dekan FSH berdasar Surat Keputusan Rektor Nomor 147 Tahun 2015 Pengangkatan Ketua Program Magister Pengkajian Islam SPs UIN Jakarta Masa jabatan 2015-2019. Ia menggantikan Dr Yusuf Rahman MA yang ditarik menjadi Lektor Kepala Fakultas Ushuluddin.

Dalam pidato pelantikan, Rektor meminta para Dekan, Direktur, dan Ketua Program Magister Pengkajian Islam SPs UIN Jakarta yang baru untuk bekerja keras dengan mendedikasikan kemampuan mereka bagi pengembangan UIN Jakarta. Salah satunya dengan merealisasikan kinerja akademik dan kelembagaan berdasar Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai turunan Rencana Strategis (Renstra) UIN Jakarta. “Sehingga mudah-mudahan, upaya kita menjadikan universitas besar yang beroleh rekognisi regional-global bisa terealisasikan,” harap rektor. (*)