Setelah 1,9 Juta Ha, Tahun Ini Pemerintah Akan Bagikan 3 Juta Ha Tanah Untuk Perhutanan Sosial

By on Jumat, 21 September 2018

Setelah tahun lalu sukses membagikan 1,9 juta hektar (Ha) tanah terlantar, pemerintah menargetkan tahun ini bisa membagikan 3 juta hektar (Ha) tanah kepada masyarakat melalui kegiatan perhutanan sosial.

“Saya kemarin minta 4,3, saya hitung-hitung, ditawar 3 juta, ya sudah. Enggak apa-apa 3 juta tapi bener 3 juta harus terlampaui. 3 Juta juga banyak lho, 3 juta hektar lho bukan meter persegi loh. Kalau meter persegi masih dikalikan lagi 10.000,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam  Pembukaan Rembuk Nasional Pelaksanaan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial untuk Keadilan Sosial dan Global Land Forum 2018 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/9) pagi.

Sebelumya Presiden Jokowi mengemukakan, pemerintah menargetkan tahun ini bisa menyelesaikan 7 juta sertifikat tanah, setelah tahun sebelumnya bisa menyelesaikan 5 juta. Tahun depan, lanjut Presiden, pemerintah menargetkan bisa menyelesaikan 9 juta sertifikat tanah.

“Saya enggak tahu Pak Menteri BPN kerjanya seperti apa. Bukan urusan saya, urusan Pak Menteri. Kantor BPN kerjanya seperti apa, urusan kantor BPN. Tapi yang jelas kita bekerja harus dengan target-target yang ada. Nyatanya 5 juta ya bisa ini. Ini tahun ini 7 juta insyaallah juga bisa,” ucap Presiden meyakini.

Presiden Jokowi menjelaskan, sebagai bangsa, kita sebetulnya mendapat anugerah dari Allah SWT lahan yang besar, memiliki lahan di 17.000 pulau.

Tapi diakui Kepala Negara dalam proses distribusinya, pembagiannya ini sering dikeluhkan oleh masyarakat, oleh civil society, oleh LSM. “Kok yang dapat lahan yang gede-gede yang gede-gede saja”. Pembagiannya yang belum berkeadilan, banyak yang protes kepada Kepala Negara.

“Saya jawab, lho yang bagi siapa. Kan  bukan saya yang bagi dulu. Masa sering, saya ditunjuk-tunjuk, ada  yang demo, lho yang bagi itu siapa,” kata Presiden Jokowi.

Oleh sebab itu, inilah yang ingin pemerintah luruskan agar yang namanya Reforma Agraria, yang  namanya pembagian sertifikat, yang namanya perhutanan sosial itu betul-betul bisa berjalan dengan baik. Sehingga struktur penguasaan lahan di tanah air itu betul-betul berkeadilan.

“Enggak apa-apa kok yang gede memiliki lahan, enggak apa-apa tapi bermitralah dengan yang kecil-kecil. Bermitra,” ucap Presiden Jokowi.(sk/fid)