Setelah tahun lalu sukses membagikan 1,9 juta hektar (Ha) tanah terlantar, pemerintah menargetkan tahun ini bisa membagikan 3 juta hektar (Ha) tanah kepada masyarakat melalui kegiatan perhutanan sosial.
“Saya kemarin minta 4,3, saya hitung-hitung, ditawar 3 juta, ya sudah. Enggak apa-apa 3 juta tapi bener 3 juta harus terlampaui. 3 Juta juga banyak lho, 3 juta hektar lho bukan meter persegi loh. Kalau meter persegi masih dikalikan lagi 10.000,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Rembuk Nasional Pelaksanaan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial untuk Keadilan Sosial dan Global Land Forum 2018 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/9) pagi.
Sebelumya Presiden Jokowi mengemukakan, pemerintah menargetkan tahun ini bisa menyelesaikan 7 juta sertifikat tanah, setelah tahun sebelumnya bisa menyelesaikan 5 juta. Tahun depan, lanjut Presiden, pemerintah menargetkan bisa menyelesaikan 9 juta sertifikat tanah.
“Saya enggak tahu Pak Menteri BPN kerjanya seperti apa. Bukan urusan saya, urusan Pak Menteri. Kantor BPN kerjanya seperti apa, urusan kantor BPN. Tapi yang jelas kita bekerja harus dengan target-target yang ada. Nyatanya 5 juta ya bisa ini. Ini tahun ini 7 juta insyaallah juga bisa,” ucap Presiden meyakini.
Presiden Jokowi menjelaskan, sebagai bangsa, kita sebetulnya mendapat anugerah dari Allah SWT lahan yang besar, memiliki lahan di 17.000 pulau.
Tapi diakui Kepala Negara dalam proses distribusinya, pembagiannya ini sering dikeluhkan oleh masyarakat, oleh civil society, oleh LSM. “Kok yang dapat lahan yang gede-gede yang gede-gede saja”. Pembagiannya yang belum berkeadilan, banyak yang protes kepada Kepala Negara.
“Saya jawab, lho yang bagi siapa. Kan bukan saya yang bagi dulu. Masa sering, saya ditunjuk-tunjuk, ada yang demo, lho yang bagi itu siapa,” kata Presiden Jokowi.
Oleh sebab itu, inilah yang ingin pemerintah luruskan agar yang namanya Reforma Agraria, yang namanya pembagian sertifikat, yang namanya perhutanan sosial itu betul-betul bisa berjalan dengan baik. Sehingga struktur penguasaan lahan di tanah air itu betul-betul berkeadilan.
“Enggak apa-apa kok yang gede memiliki lahan, enggak apa-apa tapi bermitralah dengan yang kecil-kecil. Bermitra,” ucap Presiden Jokowi.(sk/fid)
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku














