Politik
Siti Zuhro: Kampanye Harusnya Menyosialisasikan Visi Misi dan Rencana Program Calon

Kampanye negatif yang terkesan mendiskreditkan calon tertentu pada pelaksanaan Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) terus terjadi. Meski kampanye jenis ini tak dilarang, pesan pendidikan politik kepada masyarakat dinilai tak tersampaikan.
“Jika para tim atau bahkan pasangan calon yang hanya menyampaikan kampanye negatif, bisa membuat masyarakat bertanya-tanya sebenarnya apa rencana progam yang dibawa oleh pasangan calon itu,” kata Siti Zuhro, peneliti senior Pusat Penelitian Politik- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Idealnya, menurut Siti, kampanye digunakan sebagai sarana untuk menyosialisasikan visi, misi dan rencana program calon. Dengan begitu, masyarakat akan tahu profil dan rencana kerja calon pemimpin mereka.
“Justru secara psikologis komunikasi, jika perkenalan kepada masyarakat diawali dengan adu gagasan maka akan membuat masyrakat semakin simpatik,” tuturnya.
Jika terus menerus terjadi serangan kampanye negatif, Siti menilai yang terjadi adalah pendidikan politik dalam proses pesta demokrasi ini tidak akan terjadi.
“Jadi, kampanye itu juga bagian dari pendidikan politik, jika hanya terus menerus saling serang dengan kampanye negatif maka pendidikan politik yang diterma pun sedikti berkurang. Dan politik cerdas dan santun pun tidak diterima oleh masyarakat,” ujarnya. (jok/kts)
Sport4 hari agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Bisnis7 hari agoAmartha Financial Rilis Amartha Empower
Bisnis7 hari agoLink Group Rilis Film Horor “Aku Harus Mati”
Bisnis7 hari agoParagon Corp Luncurkan Bright Now by Wardah
Sport4 hari agoGagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 GP Amerika 2026
Techno7 hari agoKolaborasi dengan NVIDIA, Indosat Hadirkan AI hingga Pelosok Indonesia
Sport4 hari agoHasil Moto3 Amerika 2026 Guido Pini Juara, Veda Ega Pratama Gagal Finis
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat























