Panas terik yang terjadi hingga 37 derajat celcius akhir-akhir ini, membuat masyarakat di Tangsel merasa kegerahan.
Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Tangsel, Sukasno, cuaca terik akhir ini disebabkan oleh posisi matahari yang bergerak meninggalkan equator.
“Sekarang posisi matahari lagi bergerak semu meninggalkan equator menuju ke selatan dan posisi matahari tegak lurus dengan posisi kita, makanya terasa panas,” jelasnya.
Hal serupa pernah terjadi pada tahun 2002 dimana cuaca panas saat itu sampai menyentuh 38 derajat celcius.
“Di catatan kami, Tahun 2002 di bulan Agustus di Stasiun Klimatologi Tangsel pernah tercatat sampai dengan suhu 38° celcius,” ungkapnya.
Sedangkan pengendara ojek online, Ahmad cuaca panas terik sampai masuk helm. Meski, sudah menggunakan penutup wajah.
“Ini kaca helm udah ditutup panasnya tembus. Saya aja sampai kebanyakan istirahat ini, saking panasnya,” tukasnya. (plp/nad)
Bisnis4 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan4 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Pemerintahan4 minggu agoTinjau SMAN 1 Tangsel, Wali Kota Benyamin Davnie dan Gubernur Andra Soni Pastikan Program MBG dan SPMB Berjalan Optimal
Banten4 minggu agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Banten4 minggu agoJemaah Haji Kloter Pertama Banten Tiba di Tanah Air














