Panas terik yang terjadi hingga 37 derajat celcius akhir-akhir ini, membuat masyarakat di Tangsel merasa kegerahan.
Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Tangsel, Sukasno, cuaca terik akhir ini disebabkan oleh posisi matahari yang bergerak meninggalkan equator.
“Sekarang posisi matahari lagi bergerak semu meninggalkan equator menuju ke selatan dan posisi matahari tegak lurus dengan posisi kita, makanya terasa panas,” jelasnya.
Hal serupa pernah terjadi pada tahun 2002 dimana cuaca panas saat itu sampai menyentuh 38 derajat celcius.
“Di catatan kami, Tahun 2002 di bulan Agustus di Stasiun Klimatologi Tangsel pernah tercatat sampai dengan suhu 38° celcius,” ungkapnya.
Sedangkan pengendara ojek online, Ahmad cuaca panas terik sampai masuk helm. Meski, sudah menggunakan penutup wajah.
“Ini kaca helm udah ditutup panasnya tembus. Saya aja sampai kebanyakan istirahat ini, saking panasnya,” tukasnya. (plp/nad)
Internasional6 hari agoCloudMile Borong Empat Penghargaan di Google Cloud Next 2026, Perkuat Ekspansi AI dan Cloud di Indonesia
Pemerintahan6 hari agoWali Kota Benyamin Davnie Lepas 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Tangsel
Bisnis6 hari agoKolaborasi WINGS for UNICEF–Hers Protex Gelar Edukasi Menstruasi Remaja Putri di Sekolah
Nasional6 hari agoKementerian UMKM–SIPPO Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
Nasional6 hari agoMenaker Yassierli: Pelatihan Vokasi Jadi Langkah Nyata Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
Pemerintahan6 hari agoGebyar Lansia Tangsel: Benyamin Davnie Dorong Lansia Tetap Sehat, Aktif, dan Produktif
Pemerintahan6 hari agoPemilih Pemula Diproyeksikan Dominasi Pemilu 2029, Pemkot dan KPU Tangsel Perkuat Demokrasi Lewat Sekolah Jawara
Nasional6 hari agoMenaker Yassierli Tekankan Pentingnya Perusahaan Sesuaikan Tugas Magang dengan Latar Pendidikan Peserta














