Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, diharapkan mampu melahirkan doktor pemikiran Islam moderat, tidak liberal dan tidak fundamentalis.
Pikiran di atas digulirkan Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Masykuri Abdillah ketika memberi pembekalan kepada mahasiswa baru program magister dan doktoral.
Dalam pandangan Masykuri, akhir-akhir ini gejala sikap keberagaman di masyarakat sangat memprihatinkan. Keprihatinan akan fenomena radikalisme pada masyarakat bagi Masykuri mendorong perlunya faham Islam Moderat harus terus diperkuat pada masyarakat.
“Melihat apa yang terjadi akhir-akhir ini, dengan semakin meningkatknya aksi radikalisme dan ekstrimisme pada masyarakat, masih diperlukan peran organisasi keagamaan untuk memperkuat faham Islam moderat kepada masyarakat dan MUI salah satu organisasi keagamaan, yang bisa dijadikan sarana mencegah tumbuhnya aksi radikalisme,” tegas Masykuri ketika menerima Ketua Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat, Dr Sudarnoto Abdul Hakim, MA, yang hadir pada pembekalan mahasiswa baru pascasarjana.
Menurut Masykuri, sampai saat ini, kesan yang berkembang di tengah masyakarat bahwa Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, adalah sarang liberal. “Kesan ini tidak benar. Pasca UIN Jakarta tidak liberal. Juga tidak fundamentalis. Kami mengajarkan Islam moderat,” ungkap Rais Syuriah PBNU ini.
Masykuri menegaskan bahwa prinsip bahwa Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin) harus terus menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini untuk menetralisir faham-faham yang dibawa oleh sebagian kelompok yang cenderung radikal atau ekstrim dan juga sebaian kelompok yang mengusung isu-isu liberal,” imbuh alumnus Program PhD Hamburg University, Jerman.
Di tepi lain, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan MUI berkeinginan memperkuat kelembagaaan MUI. Salah satu pijakan untuk memperkuat kelembagaan MUI tersebut dengan melakukan kaderisasi ulama melalui beasiswa program doktoral dengan Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.
“Banyak argumen kenapa MUI harus diperkuat secara kelembagaan dengan program beasiswa ini. Ke depan, peran MUI di masyakarakat sangat penting. Banyak problem di masyarakat dan peran MUI jelas ditunggu,” ungkap Sudarnoto.
Dalam pikiran Sudarnoto, program beasiswa bagi kelas doktoral ini perlu didukung berbagai pihak. Program ini sebagai cara untuk mengantisipasi perkembangan kehidupan keberagamaan di masyarakat. Dinamika kehidupan di masyarakat yang begitu cepat, lanjut Sudarnoto, membutuhkan kader-kader ulama yang handal, yang mampu menyerap aspirasi warga dengan sentuhan-sentuhan ajaran Islam yang teduh dan penuh kedamaian.
“Saya mengharapkan peserta program doktoral bisa ikut menjadi kader ulama. Kader ulama membutuhkan kader yang mempunyai pemahaman Islam yang luas dan bisa menjadi jembatan MUI ke masyakarat,” ujar Sudarnoto.(eae/fid))
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Nasional6 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport2 hari agoDaftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya













